PWP AMERTHA YULIA GANESHA SIAPKAN ADMINISTRASI PEMBELAJARAN YANG BERMUTU

 
PRATAMA WIDYA PASRAMAN AMERTHA YULIA GANESHA 
OLEH : I WAYAN MERTAYASA, S.PD.,M.PD
 

 

MAKNA LOGO PASRAMAN

1.   Dewa Ganesha bermakna Dewa Penjaga, Dewa Pengetahuan, Dewa Perlindungan, serta Dewa Kemasyuran. Semoga Dewa Ganesha selalu melindungi Lembaga serta orang-orang yang ada didalamnya;

2.   PAUD akronim dari Pendidikan Anak Usia Dini;

3.   Tanda Hati bermakna Cinta, Kasih Sayang, Pasraman senantiasa menanamkan cinta dan kasih sayang kepada orang-orang yang ada didalamnya;

4.   Latar Warna Biru, melambangkan kesejukan, kedamaian, serta keharmonisan;

5.   Segi lima melambangkan lima dasar, lima elemen, lima kekuatan, serta lima keyakinan. Melambangkan Pancasila, Panca Datu, Panca Sradha yang tetap berpusat pada Hyang Widhi Wasa sebagai Sang Pemberi Anugerah;

6.   Pratama Widya Pasraman memiliki Arti Jenjang PAUD dalam Lembaga Pendidikan Hindu sesuai PMA 56 Tahun 2014;

7.   Amertha bermakna keabadian, keajegan, tidak mati, berkah serta Anugerah;

8.   Yulia dalam bahasa yunani Julie, yang berarti kesetiaan;

9.   Ganesha melambangkan Simbol Penjaga, Pengetahuan yang tidak terbatas.

 

 

Visi dan Misi Pratama Widya Pasraman

AMERTHA YULIA GANESHA

 

VISI       : Menjadikan PWP Amertha Yulia Ganesha sebagai Lembaga Percontohan, Berkarakter, dan Berdaya Saing tinggi serta Unggul diberbagai Bidang;

 

MISI             :

1.  Menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini Hindu yang Ceria, Menyenangkan, dan berbudaya lokal / kearifan lokal;

2.  Menyelenggarakan PAUD Hindu yang cerdas, tanggap informasi teknologi, santun, dan beretika;

3.  Menyelenggarakan PAUD Hindu yang menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana.

 

 

 

 

 

MUATAN LOKAL YANG WAJIB DIBELAJARKAN

 

1.   Konsep Tri Kaya Parisudha;

2.   Konsep Tri Hita Karana;

3.   Panca Sradha;

4.   Tat Twam Asi;

5.   Tri Parartha (Tiga perihal yang dapat menyebabkan terwujudnya kesempurnaan, kebahagiaan, keselamatan, kesejahteraan, keagungan, dan kesukaan hidup umat manusia. Terdiri dari Asih, Punia dan Bakti);

6.   Dan sebagainya

 

 

 

STRUKTUR KURIKULUM 2013

PRATAMA WIDYA PASRAMAN AMERTHA YULIA GANESHA

 ( TK ) USIA 4-6 TAHUN

PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI KE KOMPETENSI DASAR

 

KOMPETENSI INTI

( KI )

KOMPETENSI DASAR

( KD )



KI-1. Menerima ajaran agama yang dianutnya

1.1.    Mempercayai adanya Ida Sang Hyang Widi Wasa melalui ciptaan-Nya


1.2.    Berbakti kepada Catur Guru


1.3.    Membiasakan diri mengucapkan salam agama Hindu


1.4.    Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa


KI-2. Memiliki perilaku hidupsehat, rasa ingintahu, kreatif, estetis, percayadiri, disiplin, mandiri, peduli, mampu menghargai dan toleran kepada orang lain, mampumenyesuaikandiri, tanggungjawab, jujur, rendah hati dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik, dan teman

2.1.    Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat


2.2.    Memiliki perilaku yang mencerminkan Manacika, Wacika, dan Kayika (Tri Kaya Parisudha)


2.3.    Memiliki perilaku yang mencermin kan Tri Hita Karana


2.4.    Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap Maitri, Karuna, Mudita dan Upeksa (CaturParamita)


2.5.    Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur (Satya)


2.6.    Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran (Tat TwamAsi) kepada orang lain


2.7.    Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kreatif dan estetis


KI-3. Mengenali diri, keluarga, teman, pendidik, lingkungan sekitar, agama, teknologi, seni, dan budaya di rumah, tempat bermain dan Pratama Widya Pasraman dengan cara: mengamati dengan indera (melihat, mendengar, menghidu, merasa, meraba); menanya; mengumpulkan informasi; menalar; dan mengomunikasikan melalui kegiatan bermain

3.1.    Mengenal kegiatan srada dan bakti sehari-hari kepada Catur Guru


3.2.    Mengenal ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramita


3.3.    Mengetahui perilaku Subha Karma


3.4.    Mengetahui cara memecahkan masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif


3.5.    Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)


3.6.    Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, transportasi)


3.7.    Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)


3.8.    Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)

 

3.9.    Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)


3.10. Memahami bahasa ekspresif (menungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)


3.11. Mengenal keaksaraan awal melalui bermain

 

3.12. Mengenal emosi diri dan orang lain


3.13. Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri


3.14. Mengenal anggota tubuh, fungsi dan gerakannya untuk pemgembangan motorik kasar dan motorik halus


3.15. Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni


KI-4. Menunjukkan yang diketahui, dirasakan, dibutuhkan, dan dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan kreatif, serta mencerminkan perilaku anak berakhlak mulia

4.1.     Melakukan kegiatan srada dan bakti sehari-hari kepada Catur Guru dengan tuntunan orang dewasa


4.2.1   Menyebut perilaku sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramita sebagai tuntunan hidup.

4.2.2   Menunjukan perilaku sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramita sebagai tuntunan hidup.


4.3      Menunjukkan perilaku Subha Karma


4.4      Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif


4.5      Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, danciri-cirilainnya) melalui berbagai hasil karya


4.6      Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, transportasi) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh


4.7      Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan alam (hewan, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh


4.8      Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)  untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya


4.9      Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca)


4.10   Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)


4.11   Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam bentuk karya


4.12   Menunjukkan reaksi emosi diri dan orang lain secara wajar


4.13   Mengungkapkan kebutuhan, keinginan, dan minat diri dengan cara yang tepat


4.14   Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan motorik halus


4.15   Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media


 

 

Sekapur Sirih Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama

Provinsi Bali

            Saya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, menyambut baik gebrakan yang dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam wadah Pratama Widya Pasraman Amertha Yulia Ganesha, yang beralamat di Banjar Dinas Kubakal, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Mereka sangat energik dan bersemangat dalam upaya mencetak generasi emas Hindu yang ceria, cerdas, dan berkarakter. Pratama Widya Pasraman Amertha Yulia Ganesha diharapkan mampu menjadi lembaga Pendidikan anak usia dini Hindu yang mampu menanamkan 6 (enam) aspek perkembangan anak kepada Brahmacari yang belajar dan menuntut ilmu.  

Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Bali,

 

 

Komang Sri Marheni

          Harapan kami, semoga Pratama Widya Pasraman Amertha Yulia Ganesha bisa tetap eksis dalam memberikan pelayanan maksimal kepada Brahmacari. Mudah-mudahan segenap stakeholder senantiasa memberikan doa serta dukungan, sehingga lembaga Pasraman yang ada bisa bersaing dalam menyediakan sarana-prasarana pembelajaran, pendidikan yang bermutu dan terakreditasi dengan sangat Baik. Rahayu

 

 

 

 

 

SEKAPUR SIRIH KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KARANGASEM

 

            Saya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap Jajaran dan Pengurus Lembaga Pratama Widya Pasraman Amertha Yulia Ganesha, atas dedikasi  dan pengabdiannya dalam upaya membangun Lembaga Pendidikan Hindu di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Usaha keras serta semangat juang yang tinggi, tidak hanya mampu membangun lembaga yang kredibel dan berkualitas, juga mampu menjadi PAUD Hindu yang berdiri pertama di Kabupaten Karangasem 2016 silam.

Kini sudah banyak bermunculan pasraman-pasraman Hindu diberbagai jenjang. Ini membuktikan, kesadaran masyarakat Hindu akan pentingnya Pendidikan Agama Hindu sudah sangat tinggi. Mudah-mudahan, semua elemen masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, Pemerintah maupun swasta mau mendukung gerakan aksi ini, sehingga lembaga Pasraman akan menjadi lembaga unggulan serta lembaga percontohan di Dunia Pendidikan.

Kepala Kementerian Agama

Kabupaten Karangasem,

 

 

Ida Bagus Mastika

 

 


                                                                                                                                           

 

 

 

 

 

 

 

 

No

Identitas Lembaga

Keterangan

1

Nama Lembaga

Pratama Widya Pasraman (PWP) Amertha Yulia Ganesha

2

Jenjang Pendidikan

PAUD

3

Alamat

Jalan Banjar Dinas Kubakal, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali-Indonesia

4

Nama Pengelola

1.    I Wayan Mertayasa, S.Pd., M.Pd

2.    Ni Nyoman Yuliani, S.Pd

5

Ijin Operasional

SK Dirjen Bimas Hindu Nomor : 177 Tahun 2016

6

Nomor Statistik Pasraman

101251070004

7

NPSN

69978659

8

Tanda daftar


9

Layanan

KB dan TK

10

HP

083 114 209 833 / 081 238 134 236

11

Email

pkbmamerthayuliaganesha@gmail.com

12

Website

www.pkbmamerthayuliaganesha.com

13

Akta Pendirian

Nomor 07, Tanggal : 29 Januari 2013

14

Notaris

Ida Ayu Kalpikawati, SH, SpN

15



16

NPWP

31.731.441.7-907.000

17

Kemenkunham

AHU-8092.AH.01.04.Tahun 2013

18

Rekening

BRI Amlapura a.n Pratama Widya Pasraman Amertha Yulia G.

19

Nomor Rekening

0241-01-007038-53-1

 

PRATAMA WIDYA PASRAMAN (PWP)

 “ AMERTHA YULIA GANESHA “

 

MOTTO    :

 (Cerdas, Ceria, Mandiri, Berkarakter, dan Berbudaya Hindu)

 

PROFIL   :

Berkarakter, Purusatama, Berbudaya, dan Menjadi Pusat Pendidikan Usia Dini Hindu

 

BERKARAKTER      :

·       Cerdas (Akal/Intelektual, Emosional, Spiritual, dan Sosial);

·       Mampu membedakan yang Baik dan Salah;

·       Berbuat sesuai Konsep Tri Kaya Parisudha.

 

PURUSATAMA        :

·       Senang Bergaul, Ceria, dan Gembira (Maitri);

·       Tolong Menolong dan Kasih Sayang kepada Semua Makhluk (Karuna);

·       Santun, Rendah Hati, dan Menyenangkan Orang Lain (Mudita);

·       Sabar, Mengalah, dan Menghargai Orang Lain (Upeksa).

 

BERBUDAYA   :

·       Disiplin, Jujur, Mandiri, dan Bertanggung Jawab;

·       Menjaga, Memelihara, dan Melestarikan Tradisi, Seni dan Budaya Bali;

·       Berbudi Pekerti, Taat Melaksanakan dan Mengamalkan Ajaran Agama.

 

MENJADI PUSAT PENDIDIKAN USIA DINI HINDU

·       Menjadi Percontohan, Role Model, dan Pusat Pendidikan Hindu

 

PRATAMA WIDYA PASRAMAN (PWP)

 “ AMERTHA YULIA GANESHA “

 

TUJUAN :

1.  Peserta Didik (Brahmacari) memiliki Kemampuan Akademik dan Non Akademik Secara Seimbang, Terarah dan Menyenangkan dalam Belajar;

2.  Mewujudkan Peserta Didik (Brahmacari) yang Cerdas, Unggul, Sehat, Cerdas, Ceria dan Berkarakter;

3.  Peserta Didik (Brahmacari) Mampu Memiliki Sikap Peduli, Santun, Sabar, Toleran, Moderat, dan Bakti Kepada Catur Guru;

4.  Peserta Didik (Brahmacari) Mampu Melaksanakan Tugas dengan Disiplin, Jujur, Mandiri, dan Bertanggung Jawab;

5.  Peserta Didik (Brahmacari) Mampu Berkembang Menjadi Pribadi yang Berbudi Pekerti Luhur, dan Berdharma.

 

MOTTO :

 

JUSA KARYA ( JUJUR SANTUN, BERKARAKTER, DAN BERBUDAYA )

 

 

MAKNA LOGO PASRAMAN

1.   Dewa Ganesha bermakna Dewa Penjaga, Dewa Pengetahuan, Dewa Perlindungan, serta Dewa Kemasyuran. Semoga Dewa Ganesha selalu melindungi Lembaga serta orang-orang yang ada didalamnya;

2.   PAUD akronim dari Pendidikan Anak Usia Dini;

3.   Tanda Hati bermakna Cinta, Kasih Sayang, Pasraman senantiasa menanamkan cinta dan kasih sayang kepada orang-orang yang ada didalamnya;

4.   Latar Warna Biru, melambangkan kesejukan, kedamaian, serta keharmonisan;

5.   Segi lima melambangkan lima dasar, lima elemen, lima kekuatan, serta lima keyakinan. Melambangkan Pancasila, Panca Datu, Panca Sradha yang tetap berpusat pada Hyang Widhi Wasa sebagai Sang Pemberi Anugerah;

6.   Pratama Widya Pasraman memiliki Arti Jenjang PAUD dalam Lembaga Pendidikan Hindu sesuai PMA 56 Tahun 2014;

7.   Amertha bermakna keabadian, keajegan, tidak mati, berkah serta Anugerah;

8.   Yulia dalam bahasa yunani Julie, yang berarti kesetiaan;

9.   Ganesha melambangkan Simbol Penjaga, Pengetahuan yang tidak terbatas.

 

 

Visi dan Misi Pratama Widya Pasraman

AMERTHA YULIA GANESHA

 

VISI       : Menjadikan PWP Amertha Yulia Ganesha sebagai Lembaga Percontohan, Berkarakter, dan Berdaya Saing tinggi serta Unggul diberbagai Bidang;

 

MISI             :

1.  Menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini Hindu yang Ceria, Menyenangkan, dan berbudaya lokal / kearifan lokal;

2.  Menyelenggarakan PAUD Hindu yang cerdas, tanggap informasi teknologi, santun, dan beretika;

3.  Menyelenggarakan PAUD Hindu yang menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana.

 

 

 

 

 

MUATAN LOKAL YANG WAJIB DIBELAJARKAN

 

1.   Konsep Tri Kaya Parisudha;

2.   Konsep Tri Hita Karana;

3.   Panca Sradha;

4.   Tat Twam Asi;

5.   Tri Parartha (Tiga perihal yang dapat menyebabkan terwujudnya kesempurnaan, kebahagiaan, keselamatan, kesejahteraan, keagungan, dan kesukaan hidup umat manusia. Terdiri dari Asih, Punia dan Bakti);

6.   Dan sebagainya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRUKTUR KURIKULUM 2013

PRATAMA WIDYA PASRAMAN AMERTHA YULIA GANESHA

 ( TK ) USIA 4-6 TAHUN

PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI KE KOMPETENSI DASAR

 

KOMPETENSI INTI

( KI )

KOMPETENSI DASAR

( KD )



KI-1. Menerima ajaran agama yang dianutnya

1.1.    Mempercayai adanya Ida Sang Hyang Widi Wasa melalui ciptaan-Nya


1.2.    Berbakti kepada Catur Guru


1.3.    Membiasakan diri mengucapkan salam agama Hindu


1.4.    Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa


KI-2. Memiliki perilaku hidupsehat, rasa ingintahu, kreatif, estetis, percayadiri, disiplin, mandiri, peduli, mampu menghargai dan toleran kepada orang lain, mampumenyesuaikandiri, tanggungjawab, jujur, rendah hati dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik, dan teman

2.1.    Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat


2.2.    Memiliki perilaku yang mencerminkan Manacika, Wacika, dan Kayika (Tri Kaya Parisudha)


2.3.    Memiliki perilaku yang mencermin kan Tri Hita Karana


2.4.    Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap Maitri, Karuna, Mudita dan Upeksa (CaturParamita)


2.5.    Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur (Satya)


2.6.    Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran (Tat TwamAsi) kepada orang lain


2.7.    Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kreatif dan estetis


KI-3. Mengenali diri, keluarga, teman, pendidik, lingkungan sekitar, agama, teknologi, seni, dan budaya di rumah, tempat bermain dan Pratama Widya Pasraman dengan cara: mengamati dengan indera (melihat, mendengar, menghidu, merasa, meraba); menanya; mengumpulkan informasi; menalar; dan mengomunikasikan melalui kegiatan bermain

3.1.    Mengenal kegiatan srada dan bakti sehari-hari kepada Catur Guru


3.2.    Mengenal ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramita


3.3.    Mengetahui perilaku Subha Karma


3.4.    Mengetahui cara memecahkan masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif


3.5.    Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)


3.6.    Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, transportasi)


3.7.    Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)


3.8.    Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)

 

3.9.    Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)


3.10. Memahami bahasa ekspresif (menungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)


3.11. Mengenal keaksaraan awal melalui bermain

 

3.12. Mengenal emosi diri dan orang lain


3.13. Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri


3.14. Mengenal anggota tubuh, fungsi dan gerakannya untuk pemgembangan motorik kasar dan motorik halus


3.15. Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni


KI-4. Menunjukkan yang diketahui, dirasakan, dibutuhkan, dan dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan kreatif, serta mencerminkan perilaku anak berakhlak mulia

4.1.     Melakukan kegiatan srada dan bakti sehari-hari kepada Catur Guru dengan tuntunan orang dewasa


4.2.1   Menyebut perilaku sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramita sebagai tuntunan hidup.

4.2.2   Menunjukan perilaku sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramita sebagai tuntunan hidup.


4.3      Menunjukkan perilaku Subha Karma


4.4      Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif


4.5      Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, danciri-cirilainnya) melalui berbagai hasil karya


4.6      Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, transportasi) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh


4.7      Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan alam (hewan, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh


4.8      Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)  untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya


4.9      Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca)


4.10   Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)


4.11   Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam bentuk karya


4.12   Menunjukkan reaksi emosi diri dan orang lain secara wajar


4.13   Mengungkapkan kebutuhan, keinginan, dan minat diri dengan cara yang tepat


4.14   Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan motorik halus


4.15   Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media


 

 


 

 

IMPLEMENTASI KI DAN KD DI PWP AMERTHA YULIA GANESHA

KOMPETENSI INTI

( KI )

KOMPETENSI DASAR

( KD )



KI-1. Menerima ajaran agama yang dianutnya

1.5.     Mempercayai adanya Ida Sang Hyang Widi Wasa melalui ciptaan-Nya


1.6.     Berbakti kepada Catur Guru


1.7.     Membiasakan diri mengucapkan salam agama Hindu


1.8.     Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa


 

KI-1       : Menerima ajaran agama yang dianutnya;

KD         : 1.5 Mempercayai adanya Ida Sang Hyang Widi Wasa melalui ciptaan-Nya

 

·        Sikap yang diharapkan : Brahmacari/Sisya/Siswa/Peserta Didik mampu mengetahui diri mereka beragama Hindu;

·        Pengenalan yang dilakukan dapat melalui Media : Lagu, Gambar, Praktek Langsung, permainan.

·        Lagu yang digunakan : Agamaku Hindu karya I Wayan Mertayasa

·        Lirik Lagu : “Agamaku Hindu, Tuhanku Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tempat suciku Pura, Kitab Suciku Weda, mari semua Jungjunglah Agama Kita.”

 

 

 

 

 

 

·        Gambar :

·         Ajarkan anak usia dini/brahmacari mengenal Tuhannya disebut Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tiga Sinar Suci Tuhan yaitu Tri Murti yang terdiri dari Brahma, Wisnu dan Siwa.

·         Catatan : Ajarkan Sebatas Konsep, mengetahui dan Menebalkan Nama Dewa.

·         Boleh dikembangkan sesuai kemampuan Acarya/Guru.

 

·        Ajarkan anak usia dini/brahmacari mengenal Kitab Suci dalam Agama Hindu disebut Weda.

·        Catatan : Ajarkan Sebatas Konsep, mengetahui dan Menebalkan Kata Weda;

·        Boleh dikembangkan sesuai kemampuan Acarya/Guru.

 

·        Ajarkan anak usia dini/brahmacari mengenal Tempat Suci dalam Agama Hindu disebut Pura.

·        Catatan : Ajarkan Sebatas Konsep, mengetahui dan Menebalkan Kata Pura;

·        Ajak Anak untuk bersembahyang di Pura/Padmasana;

·        Boleh dikembangkan sesuai kemampuan Acarya/Guru.

 

 

 

 

KD    : 1.6 Berbakti kepada Catur Guru

Kegiatan yang dapat dirancang Guru/Pendidik/Acarya :

1.   Mengenalkan Bagian Catur Guru (Ida Sang Hyang Widhi/Guru Swadyaya, Orang Tua/Guru Rupaka/Reka, Guru di Sekolah/Guru Pengajian, dan Pemerintah/Guru Wisesa);

2.   Ajarkan Brahmacari untuk selalu bersikap hormat dan berbakti kepada Catur Guru;

3.   Ajarkan melalui Lagu/Media Gambar, Praktek Langsung;

4.   Kegiatan dapat dikembangkan oleh Guru/Acarya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


·        Ajarkan anak usia dini/brahmacari mengenal Om Kara adalah Aksara Suci Tuhan/Hyang Widhi Wasa

·        Catatan : Ajarkan Sebatas Konsep, mengetahui dan Menebalkan Gambar Om Kara;

·        Ajak Anak untuk bersembahyang di Pura/Padmasana, serta rajin melakukan Tri Sandhya;

·        Boleh dikembangkan sesuai kemampuan Acarya/Guru.

                     

 

·        Ajarkan anak usia dini/brahmacari mengenal Orang Tua / Guru Rupaka/Reka;

·        Mengenal Nama dan Cara berbakti kepada Orang Tua di Rumah;

·        Ajarkan anak untuk Selalu berpamitan sebelum ke sekolah, dan mencium tangan orang tua;

·        Boleh dikembangkan sesuai kemampuan Acarya/Guru.

·        Ajarkan anak usia dini/brahmacari mengenal Guru di Sekolah / Guru Pengajian;

·        Mengenal Nama dan Cara berbakti kepada Guru di Sekolah;

·        Ajarkan anak untuk Selalu mengucapkan Om Swastyastu, dan mencium tangan Guru di sekolah saat bertemu di jalan, dating dan pulang dari sekolah;

·        Boleh dikembangkan sesuai kemampuan Acarya/Guru.

 

 

 

 

 

 

·        Ajarkan anak usia dini/brahmacari mengenal Pemerintah / Guru Wisesa;

·        Mengenal Nama dan Cara berbakti kepada Pemerintah;

·        Ajarkan anak untuk Selalu mengucapkan Om Swastyastu kepada Bapak/Ibu Pemerintah

·        Boleh dikembangkan sesuai kemampuan Acarya/Guru.

             

KD 1.7 Membiasakan diri mengucapkan salam agama Hindu

·        Ajarkan anak usia dini/brahmacari untuk selalu mengucapkan Salam Panganjali (Om Swastyastu) ketika bertemu dengan Orang lain yang se-Umat;

·        Mengenalkan Makna Salam Hindu (Om Swastyastu);

·        Boleh dikembangkan sesuai kemampuan Acarya/Guru.

ü Media/Metode yang digunakan dapat Berupa : Lagu, Gambar, Bermain Peran, dan mengajak anak melakukan langsung.

ü Contoh Lagu “ Salam Panganjali karya : I Wayan Mertayasa

ü Di Bali patut mebasa Bali, Ngucapang Salam Panganjali, Om Swastyastu Majeng semeton sareng sami, Patut Kewales antuk Om Swastyastu. Ketemu Guru “ Om Swastyastu”, Ketemu Timpal, “Om Swastyastu”. Ketemu Meme lan Bapa “Om Swastyastu”, Ketemu Anak “ Om Swastyastu”, Ketemu Pemerintah “Om Swastyastu”. Ngiring Sareng-sareng ngucapang “Om Swastyastu.”

 

 

 

 

 


                                                                 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                        

Implementasi : KI-2. Memiliki perilaku hidupsehat, rasa ingintahu, kreatif, estetis, percayadiri, disiplin, mandiri, peduli, mampu menghargai dan toleran kepada orang lain, mampumenyesuaikandiri, tanggungjawab, jujur, rendah hati dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik, dan teman.

KI-2. Memiliki perilaku hidupsehat, rasa ingintahu, kreatif, estetis, percayadiri, disiplin, mandiri, peduli, mampu menghargai dan toleran kepada orang lain, mampumenyesuaikandiri, tanggungjawab, jujur, rendah hati dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik, dan teman

2.8.   Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat

2.9.   Memiliki perilaku yang mencerminkan Manacika, Wacika, dan Kayika (Tri Kaya Parisudha)

2.10.  Memiliki perilaku yang mencermin kan Tri Hita Karana

2.11.  Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap Maitri, Karuna, Mudita dan Upeksa (Catur Paramita)

2.12.  Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur (Satya)

2.13.  Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran (Tat TwamAsi) kepada orang lain

2.14.  Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kreatif dan estetis

KD 2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat.

KD ini dapat dibelajarkan dengan :

ü Memperkenalkan anak Makanan 4 Sehat 5 Sempurna;

ü Rajin Berolahraga/yoga;

ü Rajin Bermain dan Belajar;

ü Rajin membersihkan Rumah;

ü Rajin Ngayah bersih-bersih di Sekolah, di rumah dan di masyarakat,

ü Dapat dikembangkan lagi oleh Acarya/Guru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KD 2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat.

KD ini dapat dibelajarkan dengan menggunakan Media/kegiatan:

ü Lagu;

ü Permainan terbimbing;

ü Praktek Langsung;

ü Pemantauan Guru di Sekolah, dan Laporan Orang Tua di Rumah;

ü Gambar-gambar yang sesuai.

 

 

 

 

 

 

 

 






Makanan 4 Sehat Lima Sempurna terdiri dari :

1) Nasi

2) Buah-buahan

3) Sayur

4) Lauk Pauk

5) Susu


                      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                

 

KD 2.9 Memiliki perilaku yang mencerminkan Manacika, Wacika, dan Kayika (Tri Kaya Parisudha)

TRI KAYA PARISUDHA adalah Tiga Perbuatan yang baik, suci, mulia, benar dan sesuai dengan ajaran Agama Hindu.

Bagian-bagiannya :

ü Kayika : Perbuatan yang baik;

ü Wacika : Berkata yang baik, dan

ü Manacika : Berpikir yang baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari Konsep ajaran Tri Kaya Parisudha dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal Konsep Tri Kaya Parisudha melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan.

 

                           

 

 

                             

 

 

 

 

Misalnya Lagu Tri Kaya Parisudha karya I Wayan Mertayasa

Kaya Parisudha, Tiga perbuatan mulia. Kayika janganlah Engkau berbuat tidak Benar, Wacika Jangan Engkau Bicara yang Tidak Benar, Manacika Jangan Engkau Berpikir yang Tidak Benar. Mari Semua, ayo terapkan ini berpikir, berbuat dan berkata yang benar. Itu Semua disebut Tri Kaya Parisudha.”

                         

 

 

 

 

 

 

 

                         

 

Media Gambar misalnya :

 

KD 2.10 Memiliki perilaku yang mencermin kan Tri Hita Karana.

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

 

 

 

 

 

 

 

 


         

Tri Hita Karana adalah Tiga Cara untuk mencapai Hidup Bahagia. Terdiri dari :

1)  Parahyangan : Hubungan yang baik antara Manusia dengan Hyang Widhi Wasa;

2)  Pawongan : Hubungan yang baik antara manusia dengan sesame manusia;

3)  Palemahan : Hubungan yang baik antara manusia dengan alam sekitar/Lingkungan.

                 

 

 

 

 

 

 

                         

Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari Konsep ajaran Tri Hita Karana dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal Konsep Tri Hita Karana melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

 

 

 

 

 

 


Misalnya Lagu Tri Hita Karana karya I Wayan Mertayasa

Tiga Cara untuk hidup bahagia, disebut Tri Hita Karana. Pertama Parahyangan, kedua Pawongan, Ketiga Palemahan, itulah Tri Hita Karana. Parahyangan, hubungan yang baik antara manusia dan Pencipta. Pawongan hubungan yang baik antara manusia dan manusia, Palemahan hubungan yang baik, antara manusia dan semesta. Itu semua disebut Konsep Tri Hita Karana.”

                        

 

 

 

 

 

 

 




 

 


Palemahan

Pawongan

Parahyangan

                                                                                                                    

 

 

 

 

 

 

              

 

IMPLEMENTASI KI-3 DAN KD DALAM PEMBELAJARAN PWP

KI-3. Mengenali diri, keluarga, teman, pendidik, lingkungan sekitar, agama, teknologi, seni, dan budaya di rumah, tempat bermain dan Pratama Widya Pasraman dengan cara: mengamati dengan indera (melihat, mendengar, menghidu, merasa, meraba); menanya; mengumpulkan informasi; menalar; dan mengomunikasikan melalui kegiatan bermain

3.16.  Mengenal kegiatan srada dan bakti sehari-hari kepada Catur Guru

3.17.  Mengenal ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramita

3.18.  Mengetahui perilaku Subha Karma

3.19.  Mengetahui cara memecahkan masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif

3.20.  Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)

3.21.  Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, transportasi)

3.22.  Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)

3.23.  Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)

3.24.  Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)

3.25.  Memahami bahasa ekspresif (menungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)

3.26.  Mengenal keaksaraan awal melalui bermain

3.27.  Mengenal emosi diri dan orang lain

3.28.  Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri

3.29.  Mengenal anggota tubuh, fungsi dan gerakannya untuk pemgembangan motorik kasar dan motorik halus

3.30.  Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni

KD 3.18 Mengetahui perilaku Subha Karma

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

 

 

 

 

 

Subha Karma artinya perbuatan yang baik, luhur, terpuji, benar dan sesuai dengan ajaran agama Hindu.

Beberapa sikap yang sesuai dengan ajaran subha karma antara lain:

ü Suka menolong orang lain

ü Berkata yang sopan dan baik,

ü Berpikir yang baik,

ü Rajin sembahyang,

ü Membantu fakir miskin, dan sebagainya

           

 

 

 

 

 

      

Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari Konsep ajaran Subha Karma dan Asubha Karma dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal Konsep Subha Kharma dan Asubha Kharma melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 


Rajin Sembahyang

Membantu Fakir Miskin

Contoh Gambar Subha Karma :

Menjaga Alam

Ramah dan Santun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


      

KD 3.20 Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari Konsep mengenal benda yang berada disekitarnya dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal nama, warna, bentuk, ukuran, suara, fungsi dan cirri-ciri melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 


                  

 

 

 

 

 

Misalnya memperkenalkan Nama, Warna,Bentuk dan Fungsi :


Nama         : Canang Sari

Warna        : Berwarna-warni sesuai Warna Bunga

Bentuk       : Bulat/Persegi

Fungsi       : Sarana Persembahyangan

 

 

 

 

 


                      

 

KD 3.21 Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, transportasi

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari Konsep mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, dan transportasi) dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, dan transportasi) melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 


                   

 

 

 

 

 

 

Misalnya memperkenalkan Budaya Bali:


 

Nama         : Tari Legong

Jenis          : Budaya Bali

Fungsi       : Tari Hiburan

 

 

 

 

 

 


KD 3.22 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari Konsep mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan) dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan) melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 


              

 

 

 

 

       Misalnya memperkenalkan HEWAN:

BABI (CELENG/BAWI) = PIG

AYAM/SIAP/CHICKEN

 

 

 

 

 

 


                                                                 

 

Misalnya memperkenalkan TANAMAN:

PISANG/BIU/BANANA

KELAPA/NYUH/COCONUT TREE

 

 

 

 

 

 


AIR/WATER

API/FIRE

Misalnya memperkenalkan WUJUD ZAT:

 

 

 

 

 

 

KEMARAU

HUJAN

Misalnya memperkenalkan CUACA:

 

 

 

 

 

 

KD 3.26 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

 

 

 

 

 

 


Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari Konsep mengenal keaksaraan awal dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal Keaksaraan Awal melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung/bermain,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

                   

 

 

 

 

               

 

Misalnya memperkenalkan Keaksaraan Awal (Huruf):

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Misalnya memperkenalkan Keaksaraan Awal (Angka):

 

 

 

 

 

 

 

Mengenalkan Konsep Angka dan Huruf / Keaksaraan Awal dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan desain kegiatan:

1)   Menggambar angka/huruf di tanah/udara/kertas;

2)   Menempel gambar Angka/huruf;

3)   Menebalkan Gambar Angka/huruf;

4)   Bernyanyi Angka dan huruf,

5)   Permainan yang menyenangkan.

6)    

 

 

TIGA/TETELU/THREE

DUA/DADUE/TWO

         

 

 

 

 

SATU/BESIK/ONE

EMPAT/PAPAT/FOUR

ENAM/NENEM/SIX

LIMA/ LELIMA/FIVE

 

 

 

 


                                                 

 

 

KD 3.29 Mengenal anggota tubuh, fungsi dan gerakannya untuk pemgembangan motorik kasar dan motorik halus

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari Konsep mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembangan motorik kasar dan halus dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal Anggota Tubuh, fungsi dan gerakannya melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung/bermain,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 


                               

 

 

 

 

Misalnya memperkenalkan Bagian-bagian Tubuh Manusia dengan menggunakan Bahasa Bali Alus, Bisa menggunakan Lagu “Mebasa Bali Alus Karya I Wayan Mertayasa”

Lirik : “Timpal-timpal tiang ajak mekejang, ngiring mriki nampek-nampekin tiang. Ngiring melajah, mebasa bali alus, Ne Nawang Penekang limane! Ebok alusne rambut, alis alusne wimba, mata alusne penyingakan, cunguh alusne irung, kuping alusne Karna, pipi alusne pengarasan.”

 

               

 

 

 

 

 

 

 

 



Mata Alusne Penyingakan

 

 

 

 

 

 


Telinga Alusne Karna


Hidung Alusne Irung


Ebok Alusne Rambut

                                           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KD 3.30 Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari Konsep mengenal berbagai karya dan aktivitas seni dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung/bermain,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

 

 

 

 

 

 


                    

 

 

 

 

 


Seni Tari

 

          

 

GAMELAN

Seni Tabuh

 

 

 

 


                                                      

 

SENI LUKIS/GAMBAR

 

 

                          

 

SENI WAYANG

 

 

                                                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SENI PATUNG

 

                                                         

 

 

 

BIARKAN SISWA/BRAHMACARI MEMILIH BIDANG SENI YANG DIMINATI SESUAI MINAT DAN BAKAT MASING-MASING. DENGAN MEMBIARKANNYA MEMILIH, MAKA ACARYA/PENDIDIK TENGAH MENGARAHKAN MEREKA PADA PENGEMBANGAN POTENSI YANG DIMILIKI.

                                   

 

 

 

                         

 

IMPLEMENTASI KI-4 DAN KD

 

 


KI-4. Menunjukkan yang diketahui, dirasakan, dibutuhkan, dan dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan kreatif, serta mencerminkan perilaku anak berakhlak mulia

4.2.     Melakukan kegiatan srada dan bakti sehari-hari kepada Catur Guru dengan tuntunan orang dewasa

4.15.1 Menyebut perilaku sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramita sebagai tuntunan hidup.

4.15.2 Menunjukan perilaku sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramita sebagai tuntunan hidup.

4.16   Menunjukkan perilaku Subha Karma

4.17   Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif

4.18   Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, danciri-cirilainnya) melalui berbagai hasil karya

4.19   Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, transportasi) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh

4.20   Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan alam (hewan, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh

4.21   Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)  untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya

4.22   Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca)

4.23   Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)

4.24   Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam bentuk karya

4.25   Menunjukkan reaksi emosi diri dan orang lain secara wajar

4.26   Mengungkapkan kebutuhan, keinginan, dan minat diri dengan cara yang tepat

4.27   Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan motorik halus

4.28   Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media

KD 4.2 Melakukan kegiatan srada dan bakti sehari-hari kepada Catur Guru dengan tuntunan orang dewasa

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

                    

 

 

 

 

 

A.  Guru Swadyaya/Tuhan Yang Maha Esa

Sifat yang dipupuk dan ditanamkan : Rajin Bersembahyang, melakukan puja Tri Sandya, dan melakukan ajaran Agama dan menjauhi segala laranganNya.


Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari untuk hormat dan bakti kepada Catur Guru dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung/bermain,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

                    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


B.  Guru Rupaka / Orang Tua

Sifat yang dipupuk dan ditanamkan : Hormat dan berbakti kepada orang tua di rumah, rajin membantu pekerjaan rumah, selalu berpamitan jika akan bepergian, dan sebagainya.

                                                         

 

 

 

 


C.  Guru Pengajian / Guru di Sekolah

Sifat yang dipupuk dan ditanamkan : Hormat dan berbakti kepada Guru di sekolah, melaksanakan tugas piket, disiplin, mematuhi tata tertib, dan lain sebagainya.

 

                           

 

 

 

 


D.  Guru Wisesa / Pemerintah

Sifat yang dipupuk dan ditanamkan : Hormat dan berbakti kepada Pemerintah, mendukung semua program dan kebijakan Pemerintah, dan sebagainya.

 

 


                 

 

 

 

 


Acarya/Pendidik membimbing Brahmacari/ Peserta Didik  agar mampu menyebutkan perbuatan yang sesuai dengan : Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Catur Paramitha


Kompetensi Dasar

4.15.1  Menyebut perilaku sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri

   Hita Karana dan Catur Paramita sebagai tuntunan hidup.

4.15.2  Menunjukan perilaku sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri

Hita Karana dan Catur Paramita sebagai tuntunan hidup.

 

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

                         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAIK

 

TIDAK BAIK

 

                                                         

 

                                                            

 


 

 


BAIK

 

TIDAK BAIK

BAIK

 

 

 

 

 


                                                           

 

TIDAK BAIK

 

 


                                                        


BAIK

TIDAK BAIK

 

 

 

 


                                         

 


BAIK

TIDAK BAIK

 

 

 

 

 


AJAK BRAHMACARI UNTUK MENENTUKAN GAMBAR YANG TERMASUK PERBUATAN BAIK DAN TIDAK BAIK (TRI KAYA PARISUDHA/ TRI HITA KARANA)

                    

 

 

          

 

Pada Bagian ini ajarkan Brahmacari untuk mengetahui perbuatan yang sesuai dengan konsep Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana dengan Media/Kegiatan Langsung berupa:

ü Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni melalui Lagu/nyanyian;

ü Melalui Gambar;

ü Praktek Langsung/bermain,

ü Guru dapat mengembangkan sendiri sesuai kemampuan dan kebutuhan di Lapangan.

 

 

             

 

 

 

 

 

AJAK BRAHMACARI UNTUK MELENGKAPI HURUF PADA GAMBAR YANG TERMASUK PERBUATAN BAIK DAN TIDAK BAIK (TRI KAYA PARISUDHA/ TRI HITA KARANA)

 

                


S E M B A H Y A N G

 

S … M B… H Y…N G

              

 

 

 


C....NA….G

C A N A N G

 

                    

 

 

 

                          

 

AJAK BRAHMACARI MENGHITUNG JUMLAH BENDA YANG ADA PADA GAMBAR

 

 


 


             

 

 

 


 

 

                       

 

 


 

 

 


                       

 

 


 

 

              

 

 

 

 

Kompetensi Dasar

4.16 Menunjukkan perilaku Subha Karma

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

                 

 

 

 

 


Acarya memperkenalkan contoh-contoh perbuatan baik dan tidak baik


         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                   

 

Subha Karma/Perbuatan Baik


Acarya menanyakan kepada siswa/brahmacari siapa yang suka:

·         Bersembahyang

·         Tri Sandya

·         Melakukan Yadnya Sesa

 

 

 

 

 

 


Asubha Karma/Perbuatan Tidak Baik


Acarya menanyakan kepada siswa/brahmacari siapa yang Pernah:

·         Berkelahi

·         Jahil sama teman

·         Mengganggu Teman

                                            

 

 

 

 

 

Subha Karma/Perbuatan Baik

Acarya menanyakan kepada siswa/brahmacari siapa yang Pernah:

·         Berolahraga

·         Saling menghargai

·         Saling Menolong


 

 

 

 

 

 

 


                             

 

Pendidik/Acarya menjelaskan kepada Anak / Brahmacari, dampak jika berbuat baik dan tidak baik. Hal ini dapat dilakukan melalui Lagu, Permainan, Gambar, Dongeng atau Video Pembelajaran.

 

                

 

 

Lagu “Menjadi Baik” karya I Wayan Mertayasa

“Menjadi Baik, sangatlah sulit. Menjadi Jahat, sangatlah Mudah. Tetapi harus selalu kita ingat, hukum Kharma Phala selalu berjalan. Ayo Kita jadi anak baik, ayo semua jadi Orang baik. Agar kita di sayang orang lain. Rajin menolong yang lemah, suka membantu yang membutuhkan. Itu semua ciri-ciri orang baik.” (Ada di Youtube)

 

           

 


O..AH….G..

OLAHRAGA

 

               

 

 

LENGKAPI HURUF DI ATAS!

 

                                                           

Penilaian Guru/Acarya

BB

MB

BSH

BSB

 

 

 

 

Kompetensi Dasar

4.17 Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

 

 

 

 

 

 


            Ajak Brahmacari menyebutkan jenis kegiatan yang dilakukan sesuai gambar :


2

3



1

 

 

 

 


4


                      



6

5

 

 

 


                                                                               

 

 

                                       

 

Pendidik/Acarya mengajak Brahmacari bermain meong-meongan. Meongan-meongan adalah permainan tradisonal Bali, yang harus tetap dilestarikan. Permainan ini mengisahkan tentang seseorang yang berperan sebagai Kucing dan Tikus yang saling berkejar-kejaran sampai si Kucing berhasil menangkap si Tikus..

 

                      

 

 

 


 

                   

 

Judul Lagu : Meong-meong

Pencipta : NN

Asal : Bali

Lirik : Meong-meong alih je bikule

Bikul Gede-gede, buin mokoh-mokoh,

Kereng pesan ngerusuhin, juk meng juk bikul

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                        

 


Beberapa nilai Karakter yang bisa dicapai dari permainan meong-meongan ini antara lain:

Ø Kerjasama,

Ø Kedisiplinan,

Ø Sifat Peduli,

Ø Cinta Lingkungan

Ø Solidaritas, dsb

                  

 

 

 

 

 

 

MEONG

 

 

                                                         

 

 

 

 


BIKUL

 

 

 

 

 


AJAK BRAHMACARI UNTUK MENGISI KOLOM NAMA BINATANG DI ATAS!

 

 

 

 

 

                                                     

 

 

 

 

 

 

Kompetensi Dasar

4.18 Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui berbagai hasil karya

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

 

                        

 

 

 

 

 

Acarya mengajak Brahmacari/Peserta Didik untuk mengenal nama benda-benda yang ada di halaman sekolah. Selanjutnya mengenal bentuk, warna serta fungsi dari benda dimaksud. Setelah itu Siswa disuruh menggambar bentuk benda di buku Gambar.

 





               

 

 

 

 

 

 

 



 

 


                                                                      

 

 

ACARYA MENGAJAK SISWA/BRAHMACARI UNTUK MENCOCOKKAN GAMBAR

 





                          

 





 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                          

 

Kompetensi Dasar

4.18 Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya, transportasi) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh

Pendidik/Acarya Pratama Widya Pasraman (PWP) hendaknya kreatif dalam mengembangkan pembelajaran terutama pembelajaran di PWP. Silakan didesain semenarik dan sebagus mungkin, agar tujuan pembelajarannya tercapai.

              

 

 

 

 

 

 

Acarya mengajak Brahmacari/Peserta Didik untuk menceritakan tentang Keluarga, teman, tempat tinggal, tempat umum, budaya dan transportasi, dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi dan gerak tubuh.

 

                          

 

 

 

 


 

Perkenalkan Nama Saya : Ni Luh Anggari Tayani, umur saya 6 (enam) Tahun, Nama Bapak saya : I Wayan Mertayasa, nama Ibu saya : Ni Nyoman Yuliani, saya suka makan dan bermain. Terimakasih

Contoh hanya ilustrasi saja, silakan Pendidik/ acarya mengembangkan berdasarkan kreativitasnya.

 

                 

 

 

 

 

                                      

 

Lembar yang ditanyakan Pendidik/Acarya atau menyuruh anak untuk menyebutkan:

1.   Nama                       : ……………………………………………..

2.   Alamat                     :………………………………………………

3.   Umur                        : ……………………………………………..

4.   Nama Ayah             : …………………………………………….

5.   Nama Ibu                : …………………………………………….

6.   Nama Saudara       : ……………………………………………

7.   dsb      

 

 


                       

 

 

 

 

 

     Pendidik/Acarya mengajak Brahmacari/Siswa mendengarkan Dongeng Bawang Merah dan Bawang Putih :

 

Bawang Merah dan Bawang Putih . Dahulu kala hiduplah seorang anak yang baik hati yang bernama Bawang Putih. Ia memiliki saudara tiri yang sangat tidak baik bernama Bawang Merah. Bawang putih selalu disuruh untuk mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari bersih-bersih, memasak, mencuci dan pekerjaan rumah lainnya. Namun bawang putih sangat baik hati, sehingga ia sangat senang melakukannya. Berbeda halnya dengan Bawang merah dan Ibu Tirinya, ia sangat malas dan tidak suka bekerja.


               

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                        

 

Singkat cerita, Bawang Putih mendapat tugas untuk mencuci pakaian Ibu tirinya. Namun karena ketidaksengajaan, Satu baju tirinya hanyut dibawa derasnya aliran sungai. Akhirnya Bawang Putih pulang, dan mengatakan kepada Ibu tirinya kalau satu bajunya hanyut di Sungai. Betapa marah Ibu tirinya Bawang Putih, dan menyuruh Bawang putih untuk mencarinya di sungai sampai ketemu. Singkat cerita, bertemulah Bawang putih dengan seorang Nenek yang tinggal di Ujung Tepi Sungai. Nenek itu yang menemukan Baju, Bawang Putih yang hanyut. Nenek berjanji akan mengembalikan baju itu, jika mau membantu pekerjaan Rumah si Nenek untuk beberapa hari. Bawang putih pun menyanggupinya dan mengerjakan tugas dari si Nenek dengan sebaik mungkin dan sepenuh hati. 

 

 

 

 



Akhirnya waktu itu pun tiba, Si Bawang Putih meminta baju Ibunya karena sudah membantu si Nenek untuk beberapa hari. Akhirnya si nenek mengembalikan baju itu dengan senang dan memberikan bawang putih hadiah sebuah Labu. Si Nenek pun memberikan pilihan kepada Bawang Putih untuk memilih buah labu, yang Besar atau Kecil. Si Bawang Putihpun memilih buah labu yang kecil dengan gembira. Sesampainya di Rumah, Bawang Putih menceritakan kisahnya di Rumah si nenek dan diberikan hadiah sebuah Labu. Ketika Labu itu dibelah, sontak saja Bawang Putih dan keluarganya kaget, karena melihat isi dari Labu itu adalah Emas Permata dan barang-barang berharga lainnya.

                                  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melihat isi dalam labu itu berupa emas permata, muncullah rasa iri hati dari Bawang Merah dan ibunya. Akhirnya Ibu  menyuruh Bawang Merah sengaja menghanyutkan bajunya ke sungai, dan mencarinya ke rumah nenek di ujung tepi Sungai. Singkat cerita bajunya sudah hanyut dan ditemukan oleh Nenek dimaksud. Bawang Merahpun langsung menuju rumah sang nenek dan Meminta bajunya yang hanyut. Sama seperti syarat yang diberikan kepada Bawang Putih, si Nenek pun memberikan persyaratan yang sama kepada Bawang merah. Namun, bawang merah melakukannya dengan setengah hati. Akhirnya setiba waktunya, bawang merah malahan tidak meminta bajunya yang hanyut, tetapi meminta hadiah berupa labu yang lebih besar dari yang diberikan kepada bawang Putih. Nenek itu tahu, bagaimana karakter dan sifat dari Bawang Merah. Nenek itupun memberikan hadiah Labu yang besar.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH RAJA KARANGASEM

CONTOH PROPOSAL PENGAJUAN PROGRAM TAHUN 2019 (PKBM AMERTHA YULIA GANESHA)

GATRA ARTIS BALI : TISON KEMBALI DENGAN JAJE SUMPING