LALA PENDIKAR PENINGKAT KARAKTER WARGA BELAJAR
LALA PENDIKAR UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER WB PAKET A
PKBM AMERTHA YULIA GANESHA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang masalah
Globalisasi merupakan suatu proses
interaksi dan integrasi antara orang, perusahaan, maupun negara di seluruh
dunia. Di era globalisasi, dunia seakan tak berjarak. Semua orang diseluruh
penjuru dunia bisa mengakses informasi ataupun berinteraksi dengan mudah. Di
era globalisasi terjadinya perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai
bidang, seperti IPTEK, ekonomi, politik, budaya, seni serta pendidikan.
Globalisasi berdampak pada persaingan
global atau persaingan dunia. Semua negara di dunia berlomba-lomba untuk
menjadi yang terbaik. Untuk mampu bersaing di era globalisasi, sumber daya
manusia yang bermutu adalah syarat yang mutlak. Sumber Daya Manusia (SDM) yang
bermutu merupakan ujung tombak kemajuan suatu bangsa. SDM yang bermutu adalah
sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan (Knowledge), keterampilan (skill)
serta yang tidak kalah pentingnya adalah yang memiliki moral, mental, serta
karakter (attitude) yang baik.
Pendidikan merupakan ujung tombak dalam
mencetak SDM yang bermutu. Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan
proses memanusiakan manusia. Pendidikan harus mampu menciptakan manusia yang
berpengetahuan, berketerampilan dan berkarakter.
Di Indonesia, tidak semua orang
beruntung bisa mengenyam pendidikan formal. Namun, 90% dari orang sukses adalah mereka yang berpendidikan
paling tidak melek aksara (bisa menulis, membaca dan berhitung).
Sehingga dalam hal ini, pendidikan nonformal adalah alternatif agar sumber daya
manusia tetap mampu bersaing. Salah satu contoh pendidikan nonformal adalah
pendidikan di Pusat Kegiatan belajar
masyarakat (PKBM).
PKBM
Paket A merupakan program pendidikan dasar yang setara dengan pendidikan SD, pada
jalur pendidikan nonformal yang dapat diikuti oleh peserta didik yang
ingin menyelesaikan pendidikan setara SD.
Lulusan Program Paket A
berhak mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SD serta memiliki
keterampilan untuk bekerja di industri/dunia usaha.
Kesetaraan Paket A adalah salah satu Program Kerja yang ada di PKBM Amertha Yulia Ganesha Br. Dinas Kubakal, Desa
Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
Banjar Dinas Kubakal
adalah salah satu Br. Dinas
di Bali yang terletak di perbatasan
Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Bangli.
Br. Dinas ini masih banyak yang Buta aksara serta tidak tuntas
pendidikan wajar Sembilan tahun yang dicanangkan oleh Pemerintah.
Sebagian warga Banjar Dinas
Kubakal memang masih berada di garis
kemiskinan. Banyak anak putus sekolah, bahkan ada yang tidak bisa mengeyam
pendidikan karena masalah ekonomi. Kurangnya pendidikan merupakan salah satu
faktor penyebab rendahnya
penanaman Pendidikan Karakter pada program kesetaraan Paket A PKBM Amertha
Yulia Ganesha. Sehingga warga belajar memiliki kecenderungan untuk bersikap diluar
ranah-ranah kedisiplinan. Beberapa sikap yang kerap ditunjukkan oleh warga
belajar yang menunjukkan rendahnya nilai-nilai karakter di Kesetaraan Paket A
PKBM Amertha Yulia Ganesha antara lain : (1) tingkat kehadiran WB paket A yang
masih rendah; (2) motivasi belajar WB paket A yang masih rendah; (3) tingkat
kemandirian WB paket A saat mengerjakan tugas masih sangat rendah, dan lain
sebagainya.
Untuk membangun karakter Warga Belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha,
Tutor menanamkan konsep Pemanfaatan Lagu-lagu Karakter
untuk membangun karakter warga belajar
Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha.
Penanaman Konsep lagu-lagu
pendidikan karakter diyakini mampu membangun karakter warga belajar Paket A
PKBM Amertha Yulia Ganesha. Melalui lagu-lagu yang mengandung pedidikan
karakter diharapkan mampu membentuk karakter warga belajar. Lagu-lagu
pendidikan karakter merupakan alternatif yang paling mudah untuk menjabarkan nilai-nilai
karakter melalui materi yang dilagukan/dinyanyikan.
B.
Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di
atas, masalah dalam karya nyata ini dapat dirumuskan yaitu, Apakah lagu-lagu pendidikan karakter mampu
membangun karakter warga belajar Paket A kelas V PKBM Amertha Yulia Ganesha Tahun
Pelajaran 2017/2018?
C.
Tujuan (Best Practice)
Berdasarkan rumusan masalah di
atas, tujuan karya nyata ini yaitu,
untuk mengetahui lagu-lagu pendidikan karakter dapat membangun
karakter warga belajar Paket A kelas V PKBM Amertha Yulia Ganesha.
D.
Manfaat
1. Manfaat Teoretis
Penerapan
lagu-lagu karakter yang diterapkan pada karya nyata ini diharapkan dapat membangun
karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha.
2. Manfaat
Praktis
a.
Bagi warga belajar, lagu-lagu pendidikan
karakter mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mampu
mengembangkan karakter warga belajar.
b.
Bagi
tutor atau pun pendidik, lagu-lagu pendidikan karakter dalam karya nyata ini bisa dijadikan referensi dalam
melakukan pembelajaran yang inovatif dalam hal peningkatan
nilai-nilai karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha yulia Ganesha.
E.
Batasan Istilah
1. Lagu
: menurut Kamus Lengkap Bahasa
Indonesia merupakan berbagai irama yang meliputi suara instrumen dan bernyanyi
2. Karakter : watak,
tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil pembelajaran atau interaksi dengan lingkungan.
F.
Ruang Lingkup
Karya nyata ini terbatas pada penanaman konsep lagu pendidikan Karakter untuk
membangun karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha. Karakter dikatakan berkembang apabila rata-rata
pada aspek karakter tersebut lebih dari 0,50.
BAB II
INOVASI
PEMBELAJARAN
A.
Bentuk Inovasi
Inovasi pembelajaran yang dilakukan berbentuk
konsep lagu-lagu pendidikan karakter (lala pendikar). Dalam karya nyata ini, lala pendikar yang dikembangkan
bebas berdasarkan kreativitas dan ide dari masing-masing Tutor Paket A PKBM
Amertha Yulia Ganesha. Lagu-lagu Pendidikan karakter merupakan lagu-lagu yang
sengaja dibuat oleh Tutor, dimana liriknya mengandung nilai-nilai karakter. Nilai-nilai
karakter dikemas sedemikian rupa melalui kalimat yang dinyanyikan. Dengan
menyanyikan kalimat-kalimat yang mengandung nilai-nilai karakter, diharapkan
otak WB akan secara spontan merespon hal-hal yang mengandung nilai-nilai
karakter.
Sebelum menerapkan lala Pendikar pada warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha, lagu-lagu
pendidikan karakter
diterapkan pada siswa Taman Kanak-kanak Amertha
Yulia Ganesha dan TK-TK yang ada di kabupaten Karangasem (Nama TK Terlampir).
Tutor yang juga
sebagai Pengelola dan praktisi PAUD menerapkan lagu-lagu pendidikan Karakter
karya penulis sendiri dan rekan-rekan pendidikan non formal lainnya pada
pembelajaran di TK. Ternyata hasilnya sungguh luar biasa. Anak didik yang memasuki
masa keemasan, Nampak begitu antusias menyanyikan lagu-lagu pendidikan karakter
dimaksud. Untuk
itulah, diperlukan inovasi pembelajaran, agar warga
belajar mudah melakukan dan menerapkannya terutama dalam usaha meningkatkan karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha. Dalam hal ini Tutor menggunakan alternatif memanfaatkan
lagu-lagu pendidikan karakter.
Jadi, secara singkat bentuk inovasi
pembelajaran dalam karya nyata ini adalah penerapan lala pendikar (lagu-lagu pendidikan
karakter) pada program kesetaraan Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha untuk
menumbuhkan karakter warga belajar. Proses pembelajaran dengan penerapan lala pendikar ini mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menantang.
Dari lagu pendidikan karakter, warga belajar diminta untuk mengimplementasikan
makna lagu dalam kehidupan nyata, seperti : religius, mandiri, jujur, tanggung
jawab, cinta tanah air, dan lain sebagainya. Dan yang terpenting adalah dengan penerapan konsep ini, proses pembelajaran dapat terjadi secara holistik,
dimana selain mendapatkan pengetahuan, warga belajar juga dapat melatih kemampuan nalarnya
untuk mengembangkan potensi yang dimiliki untuk membuat lagu-lagu yang
mengandung pendidikan karakter.
Ide
untuk membuat lagu juga sangat mudah dan praktis. Cukup nilai karakter apa yang
mau ditonjolkan, langsung dibuatkan lirik dan kata-katanya. Kalau tidak bisa
membuat lirik sendiri, bisa mengambil model lagu yang lagi ngetop, kemudian
diganti syairnya.
Salah satu
contoh lagu yang mengandung pendidikan karakter adalah lagu yang berjudul Tri Kaya Parisudha. Lagu tri kaya parisudha karya penulis
sendiri, menggambarkan tentang tiga sifat yang harus dilakukan untuk mencapai
yang namanya kebahagiaan. Lagu tri kaya parisudha sarat dengan nilai-nilai
pendidikan karakter. Dimana dalam lagu tri kaya parisudha mengajarkan bagaimana
caranya untuk berbuat, berkata dan berpikir yang benar. Sarat dengan nilai
karakter jujur, peduli lingkungan, mandiri, religius, cinta tanah air, dan
sebagainya. Format
lagu terlampir.
Ada beberapa
manfaat lagu pendidikan karakter yang bisa diketahui, antara lain: (dikutip
dari http://www.psikologizone.com/lagu-anak-download-lagu-anak-mp)
1) Melatih
motorik kasar. Dengan melakukan kegiatan bernyanyi warga belajar dapat juga
melakukannya dengan menari, bergaya, bejoget dan lain-lain. Dan hal ini bisa
meningkatkan dan melatih gerakan motorik warga belajar;
2) Membentuk
rasa percaya diri warga belajar. Bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan
bagi warga belajar sehingga dengan meniru dan ikut bernyanyi dapat memberikan
rasa percaya diri bahwa warga belajar pandai untuk bernyanyi. Jangan lupa untuk
memberikan pujian bagi warga belajar;
3) Menemukan
bakat warga belajar. Bernyanyi bisa menjadi kegiatan yang sering dilakukan oleh
warga belajar. Mereka sangat suka dan pandai sekali bernyanyi dengan diiringin
musik, dengan gaya bernyanyinya yang khas dapat memberikan penyaluran yang
tepat dengan mengikuti lomba bernyanyi antar warga belajar paket A;
4) Melatih
kognitif dan perkembangan bahasa warga belajar. Bernyanyi tentu saja tidak bisa
lepas dari kata dan kalimat yang harus diucapkan. Dengan bernyanyi dapat
melatih peningkatan kosa kata dan juga ingatan memori otak warga belajar.
Lagu
pendidikan karakter juga mengajarkan sikap budi pekerti yang memberikan pengaruh
baik dalam perkembangan nalar warga belajar. Dengan kata lain, dampak positif
dalam lagu pendidikan karakter (lala
pendikar) yang mengajarkan tentang
suatu tindakan sopan santun dapat mempengaruhi pikiran, jiwa dan raga warga
belajar sebab lagu pendidikan karakter yang tepat dapat mencakup semua aspek
tujuan pembelajaran pada warga belajar. Beberapa aspek tujuan pembelajaran yang
terdapat pada lagu pendidikan karakter yang mengajarkan budi pekerti adalah:
1) Aspek
kognitif atau pemahaman dan pemikiran warga belajar terhadap pengetahuan
tentang tingkah laku terpuji.
2) Aspek
afektif yang menekankan pada pengaruh lagu pendidikan karakter terhadap emosi
atau perasaan serta prilaku mereka.
3) Aspek
psikomotorik yakni kemampuan mereka dalam berprilaku sopan santun, yang
tercermin dalam keterampilan berkomunikasi verbal atau non verbal sesuai dengan
keadaan dan situasi. Manfaat lain dari musik menurut Timothy Wibowo (2013)
adalah: (1) Musik menstimulasi bagian otak seseorang yang berhubungan dengan
membaca, matematika, dan juga perkembangan emosional warga belajar. WB akan
lebih cepat menghafal huruf a,b,c atau angka. (2) Musik melatih ingatan warga
belajar. Belajar lagu atau musik sesuatu yang menyenangkan untuk anak-anak
maupun warga belajar, ingatan tentang lirik lagu atau nada musik cepat
dihafalkan oleh anak-anak dan warga belajar. Dengan musik, ingatan WB terbiasa
atau terasah dengan baik melalui cara yang menyenangkan untuknya. (3) Musik
membantu perkembangan wb dalam hal sosial. Menikmati musik bersama-sama dengan
teman-teman yang lainnya menjadi saat yang menyenangkan. Musik atau lagu
pendidikan karakter yang diajarkan anak dari kecil, membuat si anak belajar
bekerja sama dalam satu team, belajar bersosialisasi serta mengembangkan
kemampuannya mengikuti aturan-aturan kecil di dalam permainan musik. (4) lagu
pendidikan karakter melatih warga belajar mengekspresikan perasaan dan empati wb.
Melodi yang bahagia membuat wb ikut menari-nari dengan senang. Berbagai jenis
ekspresi emosi ditunjukkan dengan musik, wb akan secara otomatis belajar
tentang ekspresi musik. (5) Musik mengembangkan kreatifitas sejak dini. wb bisa
menjadikan barang apapun menjadi sumber musik untuk mainan mereka. wb juga bisa
belajar menyanyi, menari, bergerak aktif sesuai dengan alunan musik yang
didengar.
B.
Prosedur Karya Inovasi
Adapun sintak konsep
lala pendikar dibagi menjadi tahapan
yaitu dapat dilihat pada bagan di bawah ini:
|
Masalah:
Rendahnya Karakter Warga Belajar Paket A
|
|
Masalah
yang kerap ditemui :
Kehadiran siswa jarang, sosial kepada temannya
rendah, tingkat kedisiplinan rendah, kemandirian saat mengerjakan tugas
rendah, sikap percaya diri wb kurang, dan lain sebagainya
|
|
Solusi yang
diharapkan:
Strategi/Media yang mampu meningkatkan karakter
WB paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha
|
|
Solusi yang
diterapkan
LALA PENDIKAR
|
|
Hasil yang
dicapai
Terjadinya peningkatan Karakter Warga Belajar
Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha melalui lala pendikar
|
|
Table 1. Mekanisme Karya Nyata
|
Alur
implementasi penerapan lagu-lagu pendidikan karakter pada WB Paket A
|
Gb.1. Tutor Mengadakan Sosialisasi Kepada Warga
Belajar Paket A tentang lagu-lagu pendidikan Karakter yang harus dikuasai
oleh WB
|
|
1
|
|
|
|
Gb 2.
Pembelajaran menggunakan lagu-lagu pendidikan karakter
|
|
2
|
|
|
|
|
Sebelum menerapkan konsep pembelajaran yang diintegrasikan
dengan lagu-lagu pendidikan karakter, ada
beberapa hal yang perlu disiapkan, diantaranya :
1. Skenario
pembelajaran/ RPP
2. Silabus pembelajaran yang mencangkup nilai-nilai pendidikan
karakter;
3. Media lagu pendidikan karakter.
Gambar 9. Contoh Lagu
pendidikan karakter “relegius”
4.
Menyiapkan lembar observasi kerja
Dalam karya nyata ini ada dua lembar observasi yang digunakan.
Pada lembar observasi pertemuan pertama, menggunakan lembar observasi kerja
yang mengandung empat karakter yang menjadi fokus observasi, yaitu karakter religius,
mandiri, Peduli Lingkungan, dan jujur. Pada pertemuan kedua, konsep belajar lala
pendikar menilai empat karakter juga yang menjadi fokus tutor, diantaranya
kreatif, rasa ingin tahu, serta menghargai usaha.
Table 2. Kisi-kisi Lembar observasi karakter pertemuan pertama
|
NO
|
Nama Warga Belajar
|
Hari Pertama
|
|||||||||||||||
|
Religius
|
Mandiri
|
Peduli
Lingkungan
|
Jujur
|
||||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dst
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
NO
|
Nama Warga Belajar
|
Hari Kedua
|
|||||||||||||||
|
Tanggung
jawab
|
Rasa
ingin tahu
|
Peduli
sesama
|
Menghargai prestasi
|
||||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dst
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan :
1= Tidak Setuju 3 = setuju
2 = kurang setuju 4
= sangat setuju
5. Menyiapkan lembar rubrik kemampuan berbicara
C.
Hasil Karya Inovasi
Penerapan
lala pendikar dalam pembelajaran
Program Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha dilakukan sebanyak dua kali
pertemuan, pada semua materi pembelajaran pada program kesetaraan Paket A.
dalam karya nyata ini mengkhusus pada mata pelajaran Agama. Hasil karya inovasi
ini ada dua, yaitu dalam hal perkembangan karakter dan implementasi nilai-nilai
karakter dalam kehidupan sehari-hari warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia
Ganesha.
Lagu pendidikan
karakter (lala pendikar) merupakan salah satu media
yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sekitarnya dan mengimplementasikan pendidikan karakter dalam kehidupan
sehari-hari.
Melalui lagu, warga belajar paket A dapat mengenal sesuatu atau mempelajari
banyak hal. Lagu identik dikenalkan pada semua usia.
Mengingat manusia adalah makhluk yang suka akan bunyi-bunyian/homo harmony, lagu
pendidikan karakter
baik diperkenalkan melalui pendidikan formal maupun nonformal. Di PKBM Amertha Yulia Ganesha, yang membuka program dari TK sampai
kesetaraan
seringkali memanfaatkan lagu untuk menyampaikan ilmu pengetahuan khususnya menyelipkan nilai-nilai pendidikan karakter. Tutor dapat menggunakan lagu untuk menerangkan
tentang situasi alam, binatang, benda, kasih sayang, cinta tanah air, belajar
berhitung, membaca, dan masih banyak lagi pengetahuan yang lebih efektif
disampaikan lewat lagu. Begitu juga dengan di lingkungan luar sekolah, di dalam
keluarga misalnya, orang tua acapkali melakukan hal yang sama dengan tutor
pada saat mengenalkan lagu pendidikan tersebut. Lagu yang mengandung unsur pendidikan tidak hanya dikenalkan sebagai hiburan, akan
tetapi juga memanfaatkannya untuk mengambil pesan dan makna positif tentang
kehidupan, khususnya tentang nilai-nilai karakter.
1. Perkembangan Karakter
Lala pendikar sangat tepat digunakan
untuk mengembangkan karakter warga belajar karena secara tidak sadar warga
belajar dilatih untuk religius, mandiri, peduli lingkungan, jujur, tanggung
jawab, rasa ingin tahu, peduli sesama, cinta tanah air dan menghargai prestasi.
Hasil lembar observasi karakter dianalisis dan dikategorikan sebagai
berikut.
81 – 100 =
sangat berkembang
51 – 80 = berkembang
0 – 50 = Belum
berkembang
Hasil analisis lembar
observasi karakter pada pertemuan pertama dan kedua dapat dilihat sebagai
berikut.
Tabel
4. Hasil Observasi Karakter
|
No
|
Karakter yang berkembang
|
Skor
|
|
|
Rata-rata
|
Kategori
|
||
|
Pertemuan ke-1
|
|||
|
1
|
Religius
|
72
|
Berkembang
|
|
2
|
Mandiri
|
50
|
Belum Berkembang
|
|
3
|
Peduli
lingkungan
|
71
|
Berkembang
|
|
4
|
jujur
|
74
|
Berkembang
|
|
Pertemuan ke-2
|
|||
|
5
|
Tanggung
jawab
|
58
|
Berkembang
|
|
6
|
Rasa
ingin tahu
|
53
|
Berkembang
|
|
7
|
Peduli
lingkungan
|
72
|
Berkembang
|
|
8
|
Menghargai prestasi
|
74
|
Berkembang
|
Berdasarkan
hasil analisis lembar observasi karakter, dapat dilihat bahwa pada pertemuan
pertama penerapan lala pendikar ada
satu karakter yang menjadi fokus belum berkembang. Karakter yang berkembang pada warga belajar
Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha setelah penerapan lala pendikar yaitu religius,
peduli lingkungan, jujur.
a. Religius
Sebelum
penerapan lala
pendikar,
banyak Warga belajar yang mengaku tidak setiap hari melakukan
persembahyangan, dan lupa mengucap syukur. Namun setelah tutor kreatif
menyelipkan lagu-lagu pendidikan karakter dalam pembelajaran yang
terintegrasikan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat
Tutor, pembelajaran terasa lebih kondusif. Kadangkala wb disuruh menceritakan
pengalamannya di rumahnya masing-masing /pembelajaran kontekstual. Adapun
beberapa sikap yang selalu ditekankan tutor agar diimplementasikan oleh
masing-masing WB yaitu : Tri Sandhya, sembahyang setiap hari-hari suci, berdoa
sebelum dan sesudah pembelajaran, dan lain sebagainya.
b. Mandiri
Karakter
ini belum berkembang. Meskipun ada tiga warga belajar yang sudah menunjukkan
kemandirian dalam mengerjakan tugas, namun rata-rata pada aspek ini belum
memenuhi kriteria. Untuk itu perlu dibuatkan
lagi lagu-lagu pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai karakter khususnya
aspek kemandirian yang memungkinkan bisa mengetuk hati warga belajar untuk bisa
bersikap lebih mandiri
c. Peduli lingkungan
Karakter
yang berkembang sangat maksimal yaitu peduli
lingkungan. Penerapan lala pendikar dapat memicu warga belajar untuk senantiasa meningkatkan
kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Seperti: tidak membuang sampah
sembarangan, menjaga kebersihan, mentaati tata tertib yang berlaku, dan lain
sebagainya.
d. Jujur
Karakter
jujur
berkembang pesat dengan penerapan lala pendikar yang diterapkan pada
pembelajaran program kesetaraan Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha.
Pada
pertemuan kedua penerapan lala pendikar, semua karakter yang menjadi fokus juga berkembang. Karakter yang berkembang pada warga belajar
Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha setelah penerapan lagu-lagu pendidikan karakter
yaitu tanggung jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan dan
menghargai prestasi.
a. Tanggung jawab
Sebelum
penerapan lala
pendikar, rasa tanggung jawab wb dalam mengerjakan tugas masih sangat
rendah. Kebanyakan masih mengandalkan bantuan teman. Namun ketika penerapan lala pendikar melalui pembelajaran
terbimbing oleh Tutor,
warga belajar harus bertanggung jawab, karena Tutor
tidak hanya mengajarkan WB bernyanyi, namun memberikan contoh bagaimana cara bertanggung
jawab terhadap tugas yang diberikan dan manfaat yang bisa didapat dari hidup bertanggung
jawab.
b. Rasa Ingin Tahu
Karakter
Rasa ingin tahu juga berkembang, meskipun tidak maksimal. Namun, warga belajar sudah
menunjukkan kesungguhannya dalam mencari
tahu ilmu-ilmu yang relevan dipelajari dalam menunjang pembelajaran program
kesetaraan Paket A.
c. Peduli Lingkungan
Karakter
Peduli Lingkungan juga berkembang. Warga belajar cara
menjaga alam, menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan, kebersihan diri,
kebersihan tempat suci, menciptakan lingkungan hijau (go green). Tutor selalu menanamkan pentingnya menjaga kebersihan
diri dan lingkungan. Karena manfaat menjaga kebersihan lingkungan sangatlah
penting bagi kehidupan.
d. Menghargai Prestasi
Karakter
ini terlihat ketika memberikan tepuk tangan sebagai tanda penghargaan atas
keberhasilan temannya dalam mengikuti pembelajaran
program kesetaraan Paket A. Tutor senantiasa selalu memberikan reward berupa
tepuk tangan atau penghargaan ketika warga belajarnya berprestasi, hal ini
diharapkan dapat memacu warga belajar untuk selalu meningkatkan hasil
belajarnya di PKBM Amertha Yulia Ganesha.
Demikianlah
beberapa karakter yang dapat berkembang dengan penerapan lala
pendikar dan
pembelajaran terbimbing. Secara singkat
karakter yang berkembang dapat dilihat pada diagram berikut ini.
Grafik 1. Karakter yang
Berkembang dengan Penerapan lala
pendikar dan
pembelajaran terbimbing.
|
Tabel 1. Karakter yang berkembang pada Pertemuan 1
|
|
Tabel 2. Karakter yang berkembang pada Pertemuan 2
|
Berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan rubrik tingkat
kepuasaan masyarakat terkait penerapan lala
Pendikar paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha, didapatkan hasil sebagai
berikut.
Tabel 5. Tabel
tingkat kepuasaan warga Belajar Kesetaraan Paket A
|
No
|
Nama Masyarakat
|
Penilaian Masy.
|
Tingkat Kepuasaan
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
Puas
|
Tidak Puas
|
||
|
1
|
I Wayan Dedi
|
|
|
|
*
|
V
|
-
|
|
2
|
I Wayan Nawa
|
|
|
|
*
|
V
|
-
|
|
3
|
Ni Wayan Tesi
|
|
|
*
|
|
V
|
-
|
|
4
|
Ni Ketut Sri
|
|
|
*
|
|
V
|
-
|
|
5
|
I
Komang Suka
|
|
|
*
|
|
V
|
-
|
|
6
|
I
Nengah Danu
|
|
|
|
*
|
V
|
-
|
|
7
|
I
Wayan Yastika
|
|
|
*
|
|
V
|
-
|
|
8
|
Ni
Nengah Srikandi
|
|
|
|
*
|
V
|
-
|
|
9
|
I
Wayan Tulus
|
|
|
|
*
|
V
|
-
|
|
10
|
Ni
Wayan Karta
|
|
|
*
|
|
V
|
-
|
|
11
|
I
Nengah Narpa
|
|
|
*
|
|
V
|
-
|
|
12
|
I
Wayan Rente
|
|
|
|
*
|
V
|
-
|
|
13
|
I
Nengah Pada
|
|
|
|
*
|
V
|
-
|
|
14
|
I
Komang Murni
|
|
|
|
*
|
V
|
-
|
|
15
|
I
Komang Sadia
|
|
|
|
*
|
V
|
-
|
Tabel
5 menunjukkan bahwa kepuasaan
WB Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha sangatlah tinggi berada pada rentang skor
3-4.
D.
Dampak Inovasi yang sudah dirasakan
Dampak yang sangat dirasakan setelah penerapan lala pendikar berbantuan pembelajaran
terbimbing Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha adalah:
1. Mengembangan Karakter
Hal ini terlihat dari hasil lembar observasi
karakter. Dari delapan karakter yang menjadi fokus dalam proses pembelajaran,
tujuh karakter terlihat berkembang, dengan rata-rata yang bervariasi. Rata-rata
karakter relegius mendapat skor 72, mandiri
mendapat skor 50, peduli lingkungan mendapat skor 71, jujur mendapat skor 74,
tanggung jawab mendapat skor 58, rasa ingin tahu mendapat skor 53, peduli
lingkungan mendapat skor 72, menghargai prestasi mendapat skor 74.
2. Bagi Masyarakat Sekitar
Masyarakat sekitar juga secara tidak langsung dapat menikmati kebermanfaatan
dari lala pendikar Paket A, PKBM
Amertha Yulia Ganesha. Masyarakat yang nota benanya sudah menjadi orang tua,
secara tidak langsung bisa menerapkan dan mengajarkan lagu-lagu pendidikan
karakter kepada putra/inya yang masih menyandang status sebagai peserta didik
di sekolah formal atau non formal.
3. Menjadi inspirasi bagi tutor lain
Tutor lain dan rekan pengajar terinspirasi
untuk menggunakan konsep lala pendikar ketika mengajar di sekolah formal atau non formal
lainnya.
E.
Keunggulan dan Kelemahan Inovasi
Adapun
keunggulan dan kelemahan dari lala
pendikar dapat dilihat sebagai berikut.
1. Keunggulan
Keunggulan penerapan lala pendikar, adalah:
a.
Dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus
menantang, karena
warga belajar sambil bermain, sehingga mereka tidak
jenuh.
b.
Dapat mengembangkan karakter Religius,
mandiri, peduli lingkungan, dan menghargai prestasi.
c.
Dapat melatih rasa percaya diri warga belajar.
d.
Dapat membantu warga belajar
dalam hal sosialisasi dan mengimplementasikan pendidikan karakter dalam
keluarganya.
2. Kelemahan
Disamping banyaknya keunggulan yang dimiliki,
ada juga kelemahan penerapan lala pendikar. Adapun kelemahannya adalah terletak pada bait
yang identik dengan anak-anak. Kadangkala ada juga WB yang malu bernyanyi karena merasa tidak
sesuai dengan umurnya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut.
Penerapan lala pendikar dapat
mengembangan karakter warga belajar
Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha.
B.
Saran
1. Kepada
Tutor secara umum
Penerapan
Lala pendikar ini bisa digunakan sebagai ice breaker atau sebagai kegiatan pemanasan dikala warga belajar
mengalami kebosanan dalam belajar terutama di kegiatan
awal dan akhir pembelajaran. Lala pendikar ini bisa mengembalikan semangat/konsentrasi warga
belajar untuk belajar, karena WB diberikan kebebasan untuk
berkarya dan berkreativitas.
2.
Kepada Guru seni Budaya dan keterampilan
di sekolah Formal
Konsep
lala pendikar bisa digunakan untuk mengajar di
semua mata pelajaran Paket
A untuk menciptakan proses
pembelajaran yang menyeluruh. Selain itu, untuk guru,
instruktur, maupun tutor penerapan lala pendikar sangat disarankan digunakan untuk mengajar agar tercipta
proses pembelajaran yang menyeluruh dan menyenangkan
serta membuat peserta didik/warga belajar lebih berkarakter.


Komentar
Posting Komentar