LALA PENDIKAR PENINGKAT KARAKTER WARGA BELAJAR


LALA PENDIKAR UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER WB PAKET A
PKBM AMERTHA YULIA GANESHA

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar belakang masalah
Globalisasi merupakan suatu proses interaksi dan integrasi antara orang, perusahaan, maupun negara di seluruh dunia. Di era globalisasi, dunia seakan tak berjarak. Semua orang diseluruh penjuru dunia bisa mengakses informasi ataupun berinteraksi dengan mudah. Di era globalisasi terjadinya perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai bidang, seperti IPTEK, ekonomi, politik, budaya, seni serta pendidikan.
Globalisasi berdampak pada persaingan global atau persaingan dunia. Semua negara di dunia berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Untuk mampu bersaing di era globalisasi, sumber daya manusia yang bermutu adalah syarat yang mutlak. Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu merupakan ujung tombak kemajuan suatu bangsa. SDM yang bermutu adalah sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan (Knowledge), keterampilan (skill) serta yang tidak kalah pentingnya adalah yang memiliki moral, mental, serta karakter (attitude) yang baik.
Pendidikan merupakan ujung tombak dalam mencetak SDM yang bermutu. Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan proses memanusiakan manusia. Pendidikan harus mampu menciptakan manusia yang berpengetahuan, berketerampilan dan berkarakter.
Di Indonesia, tidak semua orang beruntung bisa mengenyam pendidikan formal. Namun, 90% dari orang sukses adalah mereka yang berpendidikan paling tidak melek aksara (bisa menulis, membaca dan berhitung). Sehingga dalam hal ini, pendidikan nonformal adalah alternatif agar sumber daya manusia tetap mampu bersaing. Salah satu contoh pendidikan nonformal adalah pendidikan di Pusat Kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
PKBM
Paket A merupakan program pendidikan dasar yang setara dengan pendidikan SD, pada jalur pendidikan nonformal yang dapat diikuti oleh peserta didik yang ingin menyelesaikan pendidikan setara SD. Lulusan Program Paket A berhak mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SD serta memiliki keterampilan untuk bekerja di industri/dunia usaha.
Kesetaraan Paket A adalah salah satu Program Kerja yang ada di PKBM Amertha Yulia Ganesha Br. Dinas Kubakal, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Banjar Dinas Kubakal adalah salah satu Br. Dinas di Bali yang terletak di perbatasan Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Bangli. Br. Dinas ini masih banyak yang Buta aksara serta tidak tuntas pendidikan wajar Sembilan tahun yang dicanangkan oleh Pemerintah. Sebagian warga Banjar Dinas Kubakal memang masih berada di garis kemiskinan. Banyak anak putus sekolah, bahkan ada yang tidak bisa mengeyam pendidikan karena masalah ekonomi. Kurangnya pendidikan merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya penanaman Pendidikan Karakter pada program kesetaraan Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha. Sehingga warga belajar memiliki kecenderungan untuk bersikap diluar ranah-ranah kedisiplinan. Beberapa sikap yang kerap ditunjukkan oleh warga belajar yang menunjukkan rendahnya nilai-nilai karakter di Kesetaraan Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha antara lain : (1) tingkat kehadiran WB paket A yang masih rendah; (2) motivasi belajar WB paket A yang masih rendah; (3) tingkat kemandirian WB paket A saat mengerjakan tugas masih sangat rendah, dan lain sebagainya.
Untuk membangun karakter Warga Belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha, Tutor menanamkan konsep Pemanfaatan Lagu-lagu Karakter  untuk membangun karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha.
Penanaman Konsep lagu-lagu pendidikan karakter diyakini mampu membangun karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha. Melalui lagu-lagu yang mengandung pedidikan karakter diharapkan mampu membentuk karakter warga belajar. Lagu-lagu pendidikan karakter merupakan alternatif yang paling mudah untuk menjabarkan nilai-nilai karakter melalui materi yang dilagukan/dinyanyikan.

B.       Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dalam karya nyata ini dapat dirumuskan yaitu, Apakah lagu-lagu pendidikan karakter mampu membangun karakter warga belajar Paket A kelas V PKBM Amertha Yulia Ganesha Tahun Pelajaran 2017/2018?

C.      Tujuan (Best Practice)
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan karya nyata ini yaitu, untuk mengetahui lagu-lagu pendidikan karakter dapat membangun karakter warga belajar Paket A kelas V PKBM Amertha Yulia Ganesha.

D.      Manfaat
1.    Manfaat Teoretis
Penerapan lagu-lagu karakter yang diterapkan pada karya nyata ini diharapkan dapat membangun karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha.
2.    Manfaat Praktis
a.       Bagi warga belajar, lagu-lagu pendidikan karakter mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mampu mengembangkan karakter warga belajar.
b.      Bagi tutor atau pun pendidik, lagu-lagu pendidikan karakter dalam karya nyata ini bisa dijadikan referensi dalam melakukan pembelajaran yang inovatif dalam hal peningkatan nilai-nilai karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha yulia Ganesha.

E.       Batasan Istilah
1.      Lagu : menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia merupakan berbagai irama yang meliputi suara instrumen dan bernyanyi
2.      Karakter : watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil pembelajaran atau interaksi dengan lingkungan.

F.       Ruang Lingkup
Karya nyata ini terbatas pada penanaman konsep lagu pendidikan Karakter untuk membangun karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha. Karakter dikatakan berkembang apabila rata-rata pada aspek karakter tersebut lebih dari 0,50.


BAB II
INOVASI PEMBELAJARAN

A.      Bentuk Inovasi
Inovasi pembelajaran yang dilakukan berbentuk konsep lagu-lagu pendidikan karakter (lala pendikar). Dalam karya nyata ini, lala pendikar yang dikembangkan bebas berdasarkan kreativitas dan ide dari masing-masing Tutor Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha. Lagu-lagu Pendidikan karakter merupakan lagu-lagu yang sengaja dibuat oleh Tutor, dimana liriknya mengandung nilai-nilai karakter. Nilai-nilai karakter dikemas sedemikian rupa melalui kalimat yang dinyanyikan. Dengan menyanyikan kalimat-kalimat yang mengandung nilai-nilai karakter, diharapkan otak WB akan secara spontan merespon hal-hal yang mengandung nilai-nilai karakter.
Sebelum menerapkan lala Pendikar pada warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha, lagu-lagu pendidikan karakter diterapkan pada siswa Taman Kanak-kanak Amertha Yulia Ganesha dan TK-TK yang ada di kabupaten Karangasem (Nama TK Terlampir).
Tutor yang juga sebagai Pengelola dan praktisi PAUD menerapkan lagu-lagu pendidikan Karakter karya penulis sendiri dan rekan-rekan pendidikan non formal lainnya pada pembelajaran di TK. Ternyata hasilnya sungguh luar biasa. Anak didik yang memasuki masa keemasan, Nampak begitu antusias menyanyikan lagu-lagu pendidikan karakter dimaksud. Untuk itulah, diperlukan inovasi pembelajaran, agar warga belajar mudah melakukan dan menerapkannya terutama dalam usaha meningkatkan karakter warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha. Dalam hal ini Tutor menggunakan alternatif memanfaatkan lagu-lagu pendidikan karakter.  
Jadi, secara singkat bentuk inovasi pembelajaran dalam karya nyata ini adalah penerapan lala pendikar (lagu-lagu pendidikan karakter) pada program kesetaraan Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha untuk menumbuhkan karakter warga belajar. Proses pembelajaran dengan penerapan lala pendikar ini mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menantang. Dari lagu pendidikan karakter, warga belajar diminta untuk mengimplementasikan makna lagu dalam kehidupan nyata, seperti : religius, mandiri, jujur, tanggung jawab, cinta tanah air, dan lain sebagainya. Dan yang terpenting adalah dengan penerapan konsep ini, proses pembelajaran dapat terjadi secara holistik, dimana selain mendapatkan pengetahuan, warga belajar juga dapat melatih kemampuan nalarnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki untuk membuat lagu-lagu yang mengandung pendidikan karakter. Ide untuk membuat lagu juga sangat mudah dan praktis. Cukup nilai karakter apa yang mau ditonjolkan, langsung dibuatkan lirik dan kata-katanya. Kalau tidak bisa membuat lirik sendiri, bisa mengambil model lagu yang lagi ngetop, kemudian diganti syairnya.
Salah satu contoh lagu yang mengandung pendidikan karakter adalah lagu yang berjudul Tri Kaya Parisudha. Lagu tri kaya parisudha karya penulis sendiri, menggambarkan tentang tiga sifat yang harus dilakukan untuk mencapai yang namanya kebahagiaan. Lagu tri kaya parisudha sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Dimana dalam lagu tri kaya parisudha mengajarkan bagaimana caranya untuk berbuat, berkata dan berpikir yang benar. Sarat dengan nilai karakter jujur, peduli lingkungan, mandiri, religius, cinta tanah air, dan sebagainya. Format lagu terlampir.
Ada beberapa manfaat lagu pendidikan karakter yang bisa diketahui, antara lain: (dikutip dari http://www.psikologizone.com/lagu-anak-download-lagu-anak-mp)
1)      Melatih motorik kasar. Dengan melakukan kegiatan bernyanyi warga belajar dapat juga melakukannya dengan menari, bergaya, bejoget dan lain-lain. Dan hal ini bisa meningkatkan dan melatih gerakan motorik warga belajar;
2)      Membentuk rasa percaya diri warga belajar. Bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi warga belajar sehingga dengan meniru dan ikut bernyanyi dapat memberikan rasa percaya diri bahwa warga belajar pandai untuk bernyanyi. Jangan lupa untuk memberikan pujian bagi warga belajar;
3)      Menemukan bakat warga belajar. Bernyanyi bisa menjadi kegiatan yang sering dilakukan oleh warga belajar. Mereka sangat suka dan pandai sekali bernyanyi dengan diiringin musik, dengan gaya bernyanyinya yang khas dapat memberikan penyaluran yang tepat dengan mengikuti lomba bernyanyi antar warga belajar paket A;
4)      Melatih kognitif dan perkembangan bahasa warga belajar. Bernyanyi tentu saja tidak bisa lepas dari kata dan kalimat yang harus diucapkan. Dengan bernyanyi dapat melatih peningkatan kosa kata dan juga ingatan memori otak warga belajar.
Lagu pendidikan karakter juga mengajarkan sikap budi pekerti yang memberikan pengaruh baik dalam perkembangan nalar warga belajar. Dengan kata lain, dampak positif dalam lagu pendidikan karakter (lala pendikar) yang mengajarkan  tentang suatu tindakan sopan santun dapat mempengaruhi pikiran, jiwa dan raga warga belajar sebab lagu pendidikan karakter yang tepat dapat mencakup semua aspek tujuan pembelajaran pada warga belajar. Beberapa aspek tujuan pembelajaran yang terdapat pada lagu pendidikan karakter yang mengajarkan budi pekerti adalah:
1)      Aspek kognitif atau pemahaman dan pemikiran warga belajar terhadap pengetahuan tentang tingkah laku terpuji.
2)      Aspek afektif yang menekankan pada pengaruh lagu pendidikan karakter terhadap emosi atau perasaan serta prilaku mereka.
3)      Aspek psikomotorik yakni kemampuan mereka dalam berprilaku sopan santun, yang tercermin dalam keterampilan berkomunikasi verbal atau non verbal sesuai dengan keadaan dan situasi. Manfaat lain dari musik menurut Timothy Wibowo (2013) adalah: (1) Musik menstimulasi bagian otak seseorang yang berhubungan dengan membaca, matematika, dan juga perkembangan emosional warga belajar. WB akan lebih cepat menghafal huruf a,b,c atau angka. (2) Musik melatih ingatan warga belajar. Belajar lagu atau musik sesuatu yang menyenangkan untuk anak-anak maupun warga belajar, ingatan tentang lirik lagu atau nada musik cepat dihafalkan oleh anak-anak dan warga belajar. Dengan musik, ingatan WB terbiasa atau terasah dengan baik melalui cara yang menyenangkan untuknya. (3) Musik membantu perkembangan wb dalam hal sosial. Menikmati musik bersama-sama dengan teman-teman yang lainnya menjadi saat yang menyenangkan. Musik atau lagu pendidikan karakter yang diajarkan anak dari kecil, membuat si anak belajar bekerja sama dalam satu team, belajar bersosialisasi serta mengembangkan kemampuannya mengikuti aturan-aturan kecil di dalam permainan musik. (4) lagu pendidikan karakter melatih warga belajar mengekspresikan perasaan dan empati wb. Melodi yang bahagia membuat wb ikut menari-nari dengan senang. Berbagai jenis ekspresi emosi ditunjukkan dengan musik, wb akan secara otomatis belajar tentang ekspresi musik. (5) Musik mengembangkan kreatifitas sejak dini. wb bisa menjadikan barang apapun menjadi sumber musik untuk mainan mereka. wb juga bisa belajar menyanyi, menari, bergerak aktif sesuai dengan alunan musik yang didengar.  


B.       Prosedur Karya Inovasi
Adapun sintak konsep lala pendikar dibagi menjadi tahapan yaitu dapat dilihat pada bagan di bawah ini:








Masalah:
Rendahnya Karakter Warga Belajar Paket A
Masalah yang kerap ditemui :
Kehadiran siswa jarang, sosial kepada temannya rendah, tingkat kedisiplinan rendah, kemandirian saat mengerjakan tugas rendah, sikap percaya diri wb kurang, dan lain sebagainya



Solusi yang diharapkan:
Strategi/Media yang mampu meningkatkan karakter WB paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha
Solusi yang diterapkan
LALA PENDIKAR
Hasil yang dicapai

Terjadinya peningkatan Karakter Warga Belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha melalui lala pendikar
Table 1. Mekanisme Karya Nyata
 































Alur implementasi penerapan lagu-lagu pendidikan karakter pada WB Paket A

Gb.1. Tutor Mengadakan Sosialisasi Kepada Warga Belajar Paket A tentang lagu-lagu pendidikan Karakter yang harus dikuasai oleh WB
1

Gb 2. Pembelajaran menggunakan lagu-lagu pendidikan karakter
2
 






   




 










Sebelum menerapkan konsep pembelajaran yang diintegrasikan dengan lagu-lagu pendidikan karakter, ada beberapa hal yang perlu disiapkan, diantaranya :
1.    Skenario pembelajaran/ RPP
2.    Silabus pembelajaran yang mencangkup nilai-nilai pendidikan karakter;
3.    Media lagu pendidikan karakter.
Gambar 9. Contoh Lagu pendidikan karakter “relegius”

 

4.    Menyiapkan lembar observasi kerja
Dalam karya nyata ini ada dua lembar observasi yang digunakan. Pada lembar observasi pertemuan pertama, menggunakan lembar observasi kerja yang mengandung empat karakter yang menjadi fokus observasi, yaitu karakter religius, mandiri, Peduli Lingkungan, dan jujur. Pada pertemuan kedua, konsep belajar lala pendikar menilai empat karakter juga yang menjadi fokus tutor, diantaranya kreatif, rasa ingin tahu, serta menghargai usaha.
Table 2. Kisi-kisi Lembar observasi karakter pertemuan pertama
NO
Nama Warga Belajar
Hari Pertama
Religius
Mandiri
Peduli Lingkungan
Jujur
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1

















Dst

















NO
Nama Warga Belajar
Hari Kedua
Tanggung jawab
Rasa ingin tahu
Peduli sesama
Menghargai prestasi
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1

















Dst

















 Keterangan :
1= Tidak Setuju                                       3 = setuju
2 = kurang setuju                                     4 = sangat setuju
5.    Menyiapkan lembar rubrik kemampuan berbicara

C.      Hasil Karya Inovasi
Penerapan lala pendikar dalam pembelajaran Program Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, pada semua materi pembelajaran pada program kesetaraan Paket A. dalam karya nyata ini mengkhusus pada mata pelajaran Agama. Hasil karya inovasi ini ada dua, yaitu dalam hal perkembangan karakter dan implementasi nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha.
Lagu pendidikan karakter (lala pendikar) merupakan salah satu media yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sekitarnya dan mengimplementasikan pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Melalui lagu, warga belajar paket A dapat mengenal sesuatu atau mempelajari banyak hal. Lagu identik dikenalkan pada semua usia. Mengingat manusia adalah makhluk yang suka akan bunyi-bunyian/homo harmony, lagu pendidikan karakter baik diperkenalkan melalui pendidikan formal maupun nonformal. Di PKBM Amertha Yulia Ganesha, yang membuka program dari TK sampai kesetaraan seringkali memanfaatkan lagu untuk menyampaikan ilmu pengetahuan khususnya menyelipkan nilai-nilai pendidikan karakter. Tutor dapat menggunakan lagu untuk menerangkan tentang situasi alam, binatang, benda, kasih sayang, cinta tanah air, belajar berhitung, membaca, dan masih banyak lagi pengetahuan yang lebih efektif disampaikan lewat lagu. Begitu juga dengan di lingkungan luar sekolah, di dalam keluarga misalnya, orang tua acapkali melakukan hal yang sama dengan tutor pada saat mengenalkan lagu pendidikan tersebut. Lagu yang mengandung unsur pendidikan tidak hanya dikenalkan sebagai hiburan, akan tetapi juga memanfaatkannya untuk mengambil pesan dan makna positif tentang kehidupan, khususnya tentang nilai-nilai karakter.

1.    Perkembangan Karakter
Lala pendikar sangat tepat digunakan untuk mengembangkan karakter warga belajar karena secara tidak sadar warga belajar dilatih untuk religius, mandiri, peduli lingkungan, jujur, tanggung jawab, rasa ingin tahu, peduli sesama, cinta tanah air dan menghargai prestasi.
Hasil lembar observasi karakter dianalisis dan dikategorikan sebagai berikut.
81 – 100                  = sangat berkembang
51 – 80                    = berkembang
0 – 50                      = Belum berkembang
Hasil analisis lembar observasi karakter pada pertemuan pertama dan kedua dapat dilihat sebagai berikut.
Tabel 4. Hasil Observasi Karakter
No
Karakter yang berkembang
Skor
Rata-rata
Kategori
Pertemuan ke-1
1
Religius
72
Berkembang
2
Mandiri
50
Belum Berkembang
3
Peduli lingkungan
71
Berkembang
4
jujur
74
Berkembang
Pertemuan ke-2
5
Tanggung jawab
58
Berkembang
6
Rasa ingin tahu
53
Berkembang
7
Peduli lingkungan
72
Berkembang
8
Menghargai prestasi
74
Berkembang

Berdasarkan hasil analisis lembar observasi karakter, dapat dilihat bahwa pada pertemuan pertama penerapan lala pendikar ada satu karakter yang menjadi fokus belum berkembang.  Karakter yang berkembang pada warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha setelah penerapan lala pendikar yaitu religius, peduli lingkungan, jujur.  

a.     Religius
Sebelum penerapan lala pendikar, banyak Warga belajar yang mengaku tidak setiap hari melakukan persembahyangan, dan lupa mengucap syukur. Namun setelah tutor kreatif menyelipkan lagu-lagu pendidikan karakter dalam pembelajaran yang terintegrasikan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat Tutor, pembelajaran terasa lebih kondusif. Kadangkala wb disuruh menceritakan pengalamannya di rumahnya masing-masing /pembelajaran kontekstual. Adapun beberapa sikap yang selalu ditekankan tutor agar diimplementasikan oleh masing-masing WB yaitu : Tri Sandhya, sembahyang setiap hari-hari suci, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, dan lain sebagainya.
b.      Mandiri
Karakter ini belum berkembang. Meskipun ada tiga warga belajar yang sudah menunjukkan kemandirian dalam mengerjakan tugas, namun rata-rata pada aspek ini belum memenuhi kriteria. Untuk itu perlu dibuatkan lagi lagu-lagu pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai karakter khususnya aspek kemandirian yang memungkinkan bisa mengetuk hati warga belajar untuk bisa bersikap lebih mandiri
c.       Peduli lingkungan
Karakter yang berkembang sangat maksimal yaitu peduli lingkungan. Penerapan lala pendikar dapat memicu warga belajar untuk senantiasa meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Seperti: tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan, mentaati tata tertib yang berlaku, dan lain sebagainya.
d.    Jujur
Karakter jujur berkembang pesat dengan penerapan lala pendikar yang diterapkan pada pembelajaran program kesetaraan Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha.

Pada pertemuan kedua penerapan lala pendikar, semua karakter yang menjadi fokus juga berkembang.  Karakter yang berkembang pada warga belajar Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha setelah penerapan lagu-lagu pendidikan karakter yaitu tanggung jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan dan menghargai prestasi.
a.     Tanggung jawab
Sebelum penerapan lala pendikar, rasa tanggung jawab wb dalam mengerjakan tugas masih sangat rendah. Kebanyakan masih mengandalkan bantuan teman. Namun ketika penerapan  lala pendikar melalui pembelajaran terbimbing oleh Tutor, warga belajar harus bertanggung jawab, karena Tutor tidak hanya mengajarkan WB bernyanyi, namun memberikan contoh bagaimana cara bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan manfaat yang bisa didapat dari hidup bertanggung jawab.
b.    Rasa Ingin Tahu
Karakter Rasa ingin tahu juga berkembang, meskipun tidak maksimal. Namun, warga belajar sudah menunjukkan kesungguhannya dalam mencari tahu ilmu-ilmu yang relevan dipelajari dalam menunjang pembelajaran program kesetaraan Paket A.
c.     Peduli Lingkungan
Karakter Peduli Lingkungan juga berkembang. Warga belajar cara menjaga alam, menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan, kebersihan diri, kebersihan tempat suci, menciptakan lingkungan hijau (go green). Tutor selalu menanamkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Karena manfaat menjaga kebersihan lingkungan sangatlah penting bagi kehidupan.
d.    Menghargai Prestasi
Karakter ini terlihat ketika memberikan tepuk tangan sebagai tanda penghargaan atas keberhasilan temannya dalam mengikuti pembelajaran program kesetaraan Paket A. Tutor senantiasa selalu memberikan reward berupa tepuk tangan atau penghargaan ketika warga belajarnya berprestasi, hal ini diharapkan dapat memacu warga belajar untuk selalu meningkatkan hasil belajarnya di PKBM Amertha Yulia Ganesha.
Demikianlah beberapa karakter yang dapat berkembang dengan penerapan lala pendikar dan pembelajaran terbimbing. Secara singkat karakter yang berkembang dapat dilihat pada diagram berikut ini.
Grafik 1. Karakter yang Berkembang dengan Penerapan lala  pendikar dan pembelajaran terbimbing.

Tabel 1. Karakter yang berkembang pada Pertemuan 1







Tabel 2. Karakter yang berkembang pada Pertemuan 2


Berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan rubrik tingkat kepuasaan masyarakat terkait penerapan lala Pendikar paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha, didapatkan hasil sebagai berikut.
Tabel 5. Tabel tingkat kepuasaan warga Belajar Kesetaraan Paket A
No
Nama Masyarakat
Penilaian Masy.
Tingkat Kepuasaan
1
2
3
4
Puas
Tidak Puas
1
I Wayan Dedi



*
V
-
2
I Wayan Nawa



*
V
-
3
Ni Wayan Tesi


*

V
-
4
Ni Ketut Sri


*

V
-
5
I Komang Suka


*

V
-
6
I Nengah Danu



*
V
-
7
I Wayan Yastika


*

V
-
8
Ni Nengah Srikandi



*
V
-
9
I Wayan Tulus



*
V
-
10
Ni Wayan Karta


*

V
-
11
I Nengah Narpa


*

V
-
12
I Wayan Rente



*
V
-
13
I Nengah Pada



*
V
-
14
I Komang Murni



*
V
-
15
I Komang Sadia



*
V
-

Tabel 5 menunjukkan bahwa kepuasaan WB Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha sangatlah tinggi berada pada rentang skor 3-4.

D.      Dampak Inovasi yang sudah dirasakan
Dampak yang sangat dirasakan setelah penerapan lala pendikar berbantuan pembelajaran terbimbing Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha adalah:
1.    Mengembangan Karakter
Hal ini terlihat dari hasil lembar observasi karakter. Dari delapan karakter yang menjadi fokus dalam proses pembelajaran, tujuh karakter terlihat berkembang, dengan rata-rata yang bervariasi. Rata-rata karakter relegius mendapat skor 72, mandiri mendapat skor 50, peduli lingkungan mendapat skor 71, jujur mendapat skor 74, tanggung jawab mendapat skor 58, rasa ingin tahu mendapat skor 53, peduli lingkungan mendapat skor 72, menghargai prestasi mendapat skor 74.
2.    Bagi Masyarakat Sekitar
Masyarakat sekitar juga secara tidak langsung dapat menikmati kebermanfaatan dari lala pendikar Paket A, PKBM Amertha Yulia Ganesha. Masyarakat yang nota benanya sudah menjadi orang tua, secara tidak langsung bisa menerapkan dan mengajarkan lagu-lagu pendidikan karakter kepada putra/inya yang masih menyandang status sebagai peserta didik di sekolah formal atau non formal.
3.    Menjadi inspirasi bagi tutor lain
Tutor lain dan rekan pengajar terinspirasi untuk menggunakan konsep lala pendikar ketika mengajar di sekolah formal atau non formal lainnya.






E.       Keunggulan dan Kelemahan Inovasi
Adapun keunggulan dan kelemahan dari lala pendikar dapat dilihat sebagai berikut.
1.    Keunggulan
Keunggulan penerapan lala pendikar, adalah:
a.         Dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus menantang, karena warga belajar sambil bermain, sehingga mereka tidak jenuh.
b.        Dapat mengembangkan karakter Religius, mandiri, peduli lingkungan, dan menghargai prestasi.
c.         Dapat melatih rasa percaya diri warga belajar.
d.        Dapat membantu warga belajar dalam hal sosialisasi dan mengimplementasikan pendidikan karakter dalam keluarganya.
2.    Kelemahan 
Disamping banyaknya keunggulan yang dimiliki, ada juga kelemahan penerapan lala pendikar. Adapun kelemahannya adalah terletak pada bait yang identik dengan anak-anak. Kadangkala ada juga WB yang malu bernyanyi karena merasa tidak sesuai dengan umurnya.

BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
Penerapan lala pendikar dapat mengembangan karakter warga belajar
Paket A PKBM Amertha Yulia Ganesha.

B.       Saran
1.    Kepada Tutor secara umum
Penerapan Lala pendikar ini bisa digunakan sebagai ice breaker atau sebagai kegiatan pemanasan dikala warga belajar mengalami kebosanan dalam belajar terutama di kegiatan awal dan akhir pembelajaran. Lala pendikar ini bisa mengembalikan semangat/konsentrasi warga belajar untuk belajar, karena WB diberikan kebebasan untuk berkarya dan berkreativitas.
2.    Kepada Guru seni Budaya dan keterampilan di sekolah Formal
Konsep lala pendikar bisa digunakan untuk mengajar di semua mata pelajaran Paket A untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyeluruh. Selain itu, untuk guru, instruktur, maupun tutor penerapan lala pendikar sangat disarankan digunakan untuk mengajar agar tercipta proses pembelajaran yang menyeluruh dan menyenangkan serta membuat peserta didik/warga belajar lebih berkarakter.  

Post : I Wayan Mertayasa
Ketua PKBM Amertha Yulia Ganesha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH RAJA KARANGASEM

CONTOH PROPOSAL PENGAJUAN PROGRAM TAHUN 2019 (PKBM AMERTHA YULIA GANESHA)

GATRA ARTIS BALI : TISON KEMBALI DENGAN JAJE SUMPING