INGIN MENJADIKAN PKBM NO 1 DI KABUPATEN KARANGASEM


PKBM Amertha Yulia Ganesha, merupakan salah satu PKBM yang terdapat di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Lokasi PKBM tepatnya di Banjar Dinas Kubakal, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem-Amlapura, Bali. PKBM ini sudah mengantongi ijin dari Dinas terkait, dengan SK Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangaem, nomor :421.9/238/PNFI/PNF-PO/Disdikpora/2015, berdasarkan akta pendirian Nomor : 07, tanggal 29 Januari 2013 Notaris Ida Ayu Kalpikawati, SH, SpN, dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) Nomor : P9926367, dan sudah terakreditasi B oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan PNF Republik Indonesia dengan Nomor : PKBM 5107 00001 12 2016 untuk Program Kesetaraan Paket B dan No. PAUD 5107 00002 12 2016 untuk Program taman Kanak-kanak sementara Program Kesetaraan Paket A, KB, dan Paket C sudah masuk sispena tinggal menunggu visitasi Asesor BAN Provinsi Bali.
Selama mengelola PKBM, pengelola fokus menerapkan kiat Mencar Bali. Mencar bagi orang bali, adalah sebuah strategi untuk menangkap ikan dengan menyebarkan jala. Seperti cara menangkap ikan, strategi mencar bali dalam pengelolaan PKBM adalah strategi Pengelola PKBM dalam menangkap, menjemput dan membuat peluang. Menangkap peluang, dengan cara menjalin kemitraan seperti rajutan-rajutan jala, dengan bersinergi dengan stake holder pemerintah maupun swasta. Pengelola PKBM berupaya mendekatkan Lembaga PKBM yang dikelola dengan instansi terkait dengan membuat perjanjian kerjasama (MOU) berbagai Program. Selain itu, melalui kiat mencar bali, PKBM yang dikelola diharapkan bisa tumbuh dan berkembang menjadi PKBM yang mandiri, bisa melakukan berbagai negosiasi agar bisa mendapatkan program-program penguatan PKBM, memperbanyak relasi berdasarkan kerja dan aksi nyata, serta membangkitkan kegiatan literasi dalam rangka menuju masyarakat yang bebas buta aksara, memiliki keterampilan (skill), dan berkarakter. Memandirikan lembaga PKBM, artinya Pengelola berupaya sebaik mungkin mendesain lembaga yang dikelola dengan membuat target ketercapaian lembaga serta menyusun rencana kerja yang bisa dikerjakan secara berkelanjutan. Dalam upaya membuat lembaga PKBM menjadi lembaga yang mandiri, pengelola tentunya memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di PKBM Amertha Yulia Ganesha dengan membuat rapat koordinasi secara berkesinambungan dalam upaya menyiapkan pembelajaran maupun hal-hal yang menunjang pembelajaran di PKBM. Membuat lembaga PKBM menjadi lembaga yang mandiri, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan kerja keras dan strategi yang terukur dan terencana dalam rangka menutupi kekurangan lembaga. Koordinasi yang dibarengi kerja nyata akan membawa dampak yang cukup signifikan bagi kemajuan PKBM. Langkah ke dua yakni rajin melakukan negosiasi. Negosiasi merupakan salah satu langkah yang wajib dilakukan pengelola dalam rangka merebut program dan mendapat bantuan dari stake holder maupun pemerintah terkait. Negosiasi yang dimaksudkan disini adalah negosiasi dalam ranah yang positif. Berani memberikan jaminan kepada pemerintah, ketika PKBM sudah dibantu akan membuat PKBM tumbuh dan berkembang menjadi PKBM yang unggul dan maju. Selain itu, program yang didapatkan bisa dimanfaatkan untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran di PKBM. Dengan memberikan jaminan keberhasilan pelaksanaan program di PKBM yang dikelola berarti negosiasi yang dilakukan berhasil. Ketika pemerintah atau stake holder terkait puas akan kinerja PKBM, tidak bisa dipungkiri PKBM akan selalu dijadikan mitra kerja yang bersimbiosis mutualisme oleh stake holder terkait, salah satunya adalah PKBM Amertha Yulia Ganesha yang selalu mendapat dukungan penuh dari stake holder terkait. Relasi itu hendaknya dicari dan dikejar. Pengelola PKBM tidak bisa hanya berdiam diri tanpa pernah memperkenalkan lembaga yang dikelolanya kepada relasi yang dituju. Relasi PKBM bukan terpusat pada pemerintah saja. Namun swasta dan DUDI juga perlu diajak bekerja sama dalam usaha memajukan PKBM yang dikelola. Terutama bagi PKBM yang memiliki kegiatan kewirausahaan menghasilkan profit. Yang sangat penting menjalin kerjasama dengan Pihak Dudi. Hal inilah yang sudah dilakukan oleh PKBM Amertha Yulia Ganesha, yang sudah menjalin kerjasama dengan berbagai stake holder seperti: BP PAUD dan Dikmas Bali, Pemda terkait, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga kabupaten Karangasem, Pegadaian, Koperasi Sri sedana Mandiri, UD AM, LKP dan PAUD, serta Stake holder lainnya. Semua jaringan kemitraan ini selalu dilibatkan ketika PKBM Amertha Yulia Ganesha melaksanakan proses pembelajaran maupun pelatihan termasuk acara-acara tertentu PKBM Amertha Yulia Ganesha. Kegiatan yang dilaksanakan di PKBM Amertha Yulia Ganesha selama ini tidak berfokus pada pembelajaran dan pelatihan semata. Tetapi juga pada pengembangan budaya literasi dengan pemberdayaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang dikelola oleh PKBM, dan seminar-seminar yang ditujukan untuk meningkatkan budaya literasi warga belajar PKBM Amertha Yulia Ganesha. Bagi Tutor pengajar juga diharuskan untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang sekiranya bisa diterbitkan atau ditempel di Papan Mading PKBM Amertha Yulia Ganesha. Peningkatan budaya literasi akan sangat menopang keberlangsungan pembelajaran di PKBM Amertha Yulia Ganesha. Banyak manfaat yang bisa dicapai dengan membudayakan kegiatan literasi diantaranya: (1) warga belajar PKBM Amertha Yulia Ganesha melek akan informasi kekinian, (2) WB tidak mudah diberdaya karena sudah lebih dahulu mendapatkan informasi dari kegiatan membaca, (3) WB lebih update dengan perkembangan jaman di era globalisasi, (4) WB lebih mengenal dunia sekitar karena sangat mudah mengakses informasi dari dunia literasi dan dunia maya, (5) WB dapat mengembangkan potensi yang dimiliki atau potensi lokal yang ada, mengingat ide yang dimilikinya berkembang dengan optimal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH RAJA KARANGASEM

CONTOH PROPOSAL PENGAJUAN PROGRAM TAHUN 2019 (PKBM AMERTHA YULIA GANESHA)

GATRA ARTIS BALI : TISON KEMBALI DENGAN JAJE SUMPING